
Kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pengungsi asal Somalia terlihat kembali menempati area trotoar jalan. Kehadiran mereka memicu reaksi beragam dari warga sekitar yang mengeluhkan terganggunya aksesibilitas bagi pejalan kaki serta kebersihan lingkungan pemukiman.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para pengungsi menggunakan area publik tersebut sebagai tempat beristirahat sepanjang hari. Kondisi ini membuat warga berharap agar segera ada solusi konkret dari pemerintah maupun organisasi internasional terkait agar kawasan pemukiman tetap bersih dan kondusif.
Steffany, salah seorang warga yang bekerja di kawasan tersebut, mengungkapkan rasa kurang nyamannya terhadap pemandangan di trotoar tersebut. Meski merasa iba, ia menilai keberadaan mereka di pinggir jalan sangat mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan.
“Sejujurnya aku kurang tahu berapa lamanya, tapi semenjak kantorku pindah ke sini, mereka sudah ada. Kalau dari visual kurang ya, kak. Tapi mau gimana, kadang-kadang mereka istirahat di pinggir jalan situ, dari pagi sampai malam, sampai hujan, siang, panas pun mereka tetap ada di situ. Jadi sebenarnya kurang nyaman sih dilihat,” ujar Steffany.
Ia juga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan agar para pengungsi mendapatkan tempat yang lebih layak tanpa mengganggu ketertiban umum. “Harapannya buat mereka semoga cepat ada tanggapan dari pihak mana pun yang bersangkutan. Semoga mereka juga bisa mendapat hidup yang layak dan orang-orang di lingkungan sini juga ikut merasa nyaman dan aman untuk tinggal atau bekerja,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai langkah relokasi lebih lanjut yang akan diambil oleh pemerintah setempat maupun instansi terkait untuk menangani kembalinya para pengungsi di trotoar Setiabudi tersebut. (H-2)
