
TREN perawatan estetika medis terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap hasil yang tampak natural dan bertahan lebih lama. Jika sebelumnya prosedur yang berfokus pada penambahan volume wajah lebih banyak diminati, kini pendekatan yang merangsang pembentukan kolagen alami (collagen stimulator) menjadi pilihan dalam perawatan anti-aging atau menunda penuaan.
Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prosedur estetika berbasis medis yang tidak hanya berorientasi pada penampilan, tetapi juga mengutamakan kualitas kulit dan hasil yang proporsional. Di tengah tren tersebut, dr. Catherine Soebroto, Dipl. CIBTAC, meraih Ellansé Top Performer Award 2025, penghargaan dari Landson Sinclair yang diberikan kepada praktisi dengan kontribusi penggunaan Ellansé terbesar di Indonesia.
Selain itu, ia juga menerima penghargaan Key Opinion Leader dan Influencer Excellence Award atas kontribusinya dalam mengedukasi sesama tenaga medis maupun masyarakat mengenai dunia estetika medis.
Pencapaian tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas kiprah dr. Catherine bersama dr. Belle Aesthetic Clinic menghadirkan layanan estetika yang berfokus pada pendekatan ilmiah, pengalaman klinis, serta edukasi kepada pasien mengenai perawatan yang aman dan sesuai kebutuhan
Salah satu collagen stimulator yang banyak digunakan dalam praktik estetika saat ini adalah Ellansé. Berbeda dengan prosedur yang hanya berfokus pada penambahan volume secara sementara, Ellansé dirancang untuk membantu merangsang pembentukan kolagen alami tubuh sehingga perbaikan struktur kulit berlangsung secara bertahap. Selain membantu mengembalikan volume wajah yang berkurang akibat proses penuaan, pendekatan ini juga ditujukan untuk memperbaiki elastisitas kulit dan kualitas jaringan sehingga hasil perawatan tampak lebih alami.
Menurut dr. Catherine, perubahan preferensi pasien menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya penggunaan collagen stimulator.
“Pasien saat ini umumnya menginginkan wajah yang tetap terlihat seperti dirinya sendiri, tetapi dengan kualitas kulit yang lebih baik dan tanda-tanda penuaan yang berkurang. Pendekatan tersebut membuat perawatan berbasis stimulasi kolagen semakin banyak dipilih,” ujarnya.
Dalam praktiknya, Ellansé banyak dimanfaatkan untuk membantu menyamarkan garis senyum (nasolabial fold), memperbaiki kontur wajah yang mulai mengendur, serta membantu menjaga kekencangan kulit melalui pembentukan kolagen alami. Karena hasilnya berkembang secara bertahap, pendekatan ini dinilai mampu memberikan efek natural rejuvenation yang lebih menyatu dengan karakter wajah pasien.
Sebagai penerima penghargaan Top Performer Ellansé Indonesia selama dua tahun berturut-turut, dr. Catherine mengatakan pengalaman klinis dalam menggunakan collagen stimulator menjadi bekal penting untuk menentukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi setiap pasien. Menurutnya, setiap individu memiliki struktur wajah, kondisi kulit, dan proses penuaan yang berbeda sehingga memerlukan rencana perawatan yang dipersonalisasi.
Pendekatan tersebut diterapkan di dr. Belle Aesthetic Clinic melalui konsultasi menyeluruh sebelum tindakan dilakukan. Menurut dr. Catherine, proses konsultasi menjadi tahapan penting untuk memahami kebutuhan pasien sekaligus menentukan jenis perawatan yang paling sesuai, sehingga hasil yang dicapai tetap proporsional dan tidak mengubah karakter wajah.
Selain praktik klinis, dr. Catherine juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilih prosedur estetika yang aman. Menurut dia, keputusan menjalani perawatan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren, tetapi juga diawali dengan konsultasi medis, dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten, serta menggunakan produk yang telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Keputusan menjalani perawatan estetika sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan, konsultasi medis, dan kebutuhan masing-masing individu,” katanya. (E-4)
