BepiColombo Dekati Merkurius, Operasi Sains Dijadwalkan Mulai April 2027
Misi gabungan ESA dan JAXA, BepiColombo, memasuki fase kedatangan di Merkurius.(Dok. Magnific)

MISI antariksa BepiColombo kini memasuki fase kedatangan yang krusial menuju Merkurius setelah menempuh perjalanan selama hampir delapan tahun. Misi kolaborasi antara Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) ini bersiap menempatkan wahana pengorbitnya di planet terdekat dengan Matahari tersebut.

Diluncurkan pada 20 Oktober 2018, BepiColombo membawa dua wahana utama: Mercury Planetary Orbiter (MPO) milik ESA dan Mercury Magnetospheric Orbiter (Mio) milik JAXA. Keduanya dirancang untuk mengungkap misteri geologi dan magnetosfer Merkurius secara mendalam.

Manuver Kompleks Menuju Orbit

Perjalanan menuju Merkurius merupakan salah satu tantangan teknis terbesar bagi ESA. Wahana ini harus melewati rangkaian manuver rumit di Tata Surya bagian dalam untuk melawan gravitasi Matahari yang sangat kuat. Salah satu tahapan paling kritis dalam fase ini adalah pemisahan Mercury Transfer Module (MTM).

MTM berfungsi sebagai penyedia tenaga dan sistem propulsi selama perjalanan panjang. Setelah modul ini terpisah, kedua pengorbit masih harus melakukan serangkaian manuver presisi sebelum akhirnya benar-benar tertangkap oleh gravitasi Merkurius.

Dua Wahana, Satu Tujuan

Berdasarkan jadwal operasional, MPO dan Mio akan memasuki orbit Merkurius secara bersamaan pada November 2026. Keduanya kemudian dijadwalkan berpisah pada Desember 2026 untuk menempati posisi orbit masing-masing sesuai target ilmiah mereka.

MPO akan fokus pada pemetaan permukaan dan struktur internal planet melalui orbit kutub. Sementara itu, Mio akan bertugas mempelajari lingkungan magnetosfer Merkurius. Ini merupakan misi pertama dalam sejarah yang melibatkan dua wahana antariksa untuk mengorbit Merkurius secara simultan.

Operasi Sains Dimulai 2027

Meski fase kedatangan dimulai pada akhir 2026, pengumpulan data ilmiah secara penuh baru akan dilakukan pada April 2027. Jeda waktu ini digunakan untuk memastikan seluruh instrumen berfungsi optimal setelah perjalanan panjang di lingkungan antariksa yang ekstrem.

Melalui instrumen canggih yang dibawa, BepiColombo diharapkan mampu memberikan jawaban atas misteri medan magnet Merkurius dan komposisi kimianya. Keberhasilan misi ini akan menjadi tonggak penting dalam pemahaman manusia mengenai evolusi planet berbatu di sistem tata surya kita. (European Space Agency/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *