Waspada, Serangan Password Stealer di Asia Tenggara Meningkat 18 Persen
Ilustrasi(magnific)

SERANGAN siber yang menargetkan sektor bisnis di Asia Tenggara semakin mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari telemetri Kaspersky mengungkapkan bahwa Password Stealer (pencuri kata sandi) kini menjadi senjata utama para peretas untuk menyusup ke ekosistem perusahaan tanpa terdeteksi.

Sepanjang 2025, solusi bisnis Kaspersky berhasil mendeteksi dan memblokir lebih dari 1 juta upaya serangan password stealer di wilayah Asia Tenggara. Secara keseluruhan, terdapat peningkatan sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan betapa masifnya upaya pengumpulan kredensial secara diam-diam oleh pelaku kejahatan siber.

Indonesia dalam Pusaran Ancaman

Indonesia tidak luput dari tren negatif ini. Tercatat sebanyak 234.615 serangan terhadap perusahaan-perusahaan dalam negeri berhasil digagalkan oleh sistem keamanan Kaspersky pada tahun lalu. Meskipun angka pertumbuhannya sebesar 7%, volume serangan di Indonesia tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ini.

Berikut adalah rincian data deteksi serangan password stealer pada pengguna bisnis di Asia Tenggara:











Negara 2024 2025 Perubahan (YoY)
Indonesia 219.195 234.615 7%
Malaysia 183.053 244.061 33%
Filipina 17.991 25.310 41%
Singapura 27.162 33.926 25%
Thailand 67.643 53.218 -21%
Vietnam 385.760 468.313 21%
Total Asia Tenggara (SEA) 900.804 1.059.443 18%

Mengapa Password Stealer Berbahaya?

Password stealer adalah jenis malware yang dirancang khusus untuk mengekstrak kunci rahasia yang tersimpan di browser, menganalisis file cache dan cookie, hingga mengakses data dompet aset kripto.

Begitu kredensial didapatkan, pelaku dapat melakukan pencurian keuangan, identitas, pemerasan, hingga melancarkan serangan lanjutan yang lebih destruktif.

Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menekankan bahwa kredensial adalah “pintu depan” setiap organisasi.

“Analisis kami terhadap 193 juta kata sandi yang diretas menemukan bahwa 45% dapat dibobol dalam waktu kurang dari satu menit. Hanya 23% yang cukup kuat untuk bertahan lebih dari satu tahun,” ungkapnya.

Langkah Strategis Memperkuat Pertahanan

Untuk menghadapi ancaman ini, Kaspersky merekomendasikan beberapa langkah mitigasi bagi perusahaan dan individu:

Tips Keamanan Kredensial:

  • Gunakan Password Manager untuk menghasilkan dan menyimpan kata sandi acak yang unik.
  • Aktifkan Otentikasi Multi-Faktor (2FA) sebagai lapisan keamanan ekstra.
  • Hindari penggunaan informasi pribadi (tanggal lahir, nama) sebagai kata sandi.
  • Gunakan frasa sandi dengan urutan kata yang tidak terduga.

Bagi organisasi skala besar, pendekatan teknologi menjadi kunci. Penggunaan platform keamanan canggih seperti Kaspersky Next yang menggabungkan kemampuan EDR dan XDR sangat disarankan.

Selain itu, melakukan pembaruan perangkat lunak secara berkala dan memberikan pelatihan budaya keamanan siber kepada karyawan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan bisnis dari serangan password stealer. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *