
KEBUTUHAN darah bagi pasien di berbagai fasilitas kesehatan menjadi pengingat pentingnya solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat. Semangat berbagi tersebut diwujudkan melalui aksi donor darah yang melibatkan 620 peserta dalam rangka menyambut HUT ke-62 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (20/10).
Kegiatan yang dikoordinasikan Anggota DPR RI Komisi X Adela Kanasya Adies ini menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian sosial melalui aksi nyata. Donor darah tidak hanya menjadi agenda peringatan hari jadi organisasi, tetapi juga sarana mengajak masyarakat
berkontribusi dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Adela mengatakan kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat langsung. Menurut dia, donor darah merupakan bentuk solidaritas yang memungkinkan seseorang membantu menyelamatkan kehidupan orang lain, meskipun tidak memiliki hubungan keluarga ataupun mengenal penerimanya.
“Peringatan HUT ke-62 Partai Golkar bukan hanya tentang perjalanan panjang partai, tetapi juga tentang bagaimana keberadaan kita terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Donor darah ini merupakan salah satu bentuk sederhana dari kepedulian yang dampaknya sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Adela.
Ia menilai aksi kemanusiaan seperti donor darah membutuhkan partisipasi berkelanjutan dari berbagai lapisan masyarakat. Ketersediaan darah tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada kesediaan masyarakat untuk berbagi dan berpartisipasi secara sukarela.
Setiap kantong darah yang terkumpul berpotensi membantu pasien yang membutuhkan transfusi, termasuk mereka yang menjalani operasi, mengalami kecelakaan, atau menghadapi kondisi medis tertentu. Karena itu, kesadaran mendonorkan darah perlu terus dibangun sebagai bagian dari budaya gotong royong dan kepedulian nasional.
“Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan bagi orang lain. Karena itu, kami ingin momentum HUT Golkar ini dipenuhi bukan hanya dengan rasa syukur, tetapi juga semangat berbagi dan hadir untuk sesama,” katanya.
Adela juga mendorong generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam gerakan sosial dan kemanusiaan. Menurut dia, anak muda memiliki kesempatan berkontribusi melalui berbagai kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari donor darah hingga aksi sosial lainnya.
Ia menegaskan pengabdian kepada masyarakat perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang dapat dirasakan manfaatnya. Kepedulian sosial, kata dia, merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan bersama yang mengedepankan solidaritas dan tanggung jawab terhadap sesama.
“Politik bukan hanya berbicara tentang kebijakan. Politik juga tentang pengabdian, kepedulian, dan keberanian untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kami ingin semangat ini makin kuat, terutama di kalangan generasi muda,” tegasnya.
Melalui kegiatan yang melibatkan ratusan peserta itu, Adela berharap partisipasi dalam aksi donor darah makin meluas dan menjadi kebiasaan masyarakat. Semangat kemanusiaan, menurut dia, perlu dijaga secara berkelanjutan agar kepedulian tidak berhenti pada momentum tertentu, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama untuk membantu sesama. (H-2)
