
PESAWAT pengebom strategis Boeing B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan jatuh, saat menjalani penerbangan uji rutin di California pada Senin (15/6) waktu setempat.
Saat insiden ada 8 awak berada di dalam pesawat tersebut. Pihak militer menyebut peluang selamat sangat kecil.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, Pangkalan Udara Edwards menyampaikan seluruh awak masih dalam proses identifikasi dan verifikasi kondisi mereka.
“Indikasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut tidak mungkin dapat dilalui dengan selamat,” kata Pangkalan Udara Edwards dilansir Anadolu, Selasa (16/6).
Menurut keterangan resmi, pesawat lepas landas sekitar pukul 11.20 waktu setempat untuk menjalankan sebuah misi uji rutin. Namun, tak lama setelah mengudara, pesawat nahas itu jatuh di wilayah timur laut Los Angeles.
Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan kecelakaan. Operasi tanggap darurat langsung dilakukan untuk mengevakuasi area serta mencari informasi mengenai nasib para awak yang berada di dalam pesawat.
Pangkalan Udara Edwards menyatakan pihaknya masih berupaya memastikan kondisi seluruh awak pesawat sekaligus mengumpulkan informasi terkait penyebab kecelakaan.
Selain itu, investigasi resmi telah dibuka untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan jatuhnya pesawat pengebom tersebut.
Sebelum memberikan informasi lebih lanjut mengenai insiden itu, militer AS lebih dahulu mengumumkan penutupan sementara Pangkalan Udara Edwards.
Seluruh penerbangan yang dijadwalkan mendarat di pangkalan tersebut dialihkan ke bandara alternatif demi mendukung operasi darurat yang sedang berlangsung.
“Semua izin kunjungan non-komersial ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut agar pangkalan dapat memusatkan perhatian pada operasi tanggap darurat,” kata Pangkalan Udara Edwards.
Hingga kini, pihak militer AS belum merilis identitas para awak maupun penyebab pasti kecelakaan pesawat B-52 tersebut. Penyelidikan masih terus berlangsung. (Z-2)
