
PANGERAN Harry membagikan detail terbaru mengenai keputusannya membawa kembali keluarganya tinggal di Inggris, sekaligus mengungkapkan harapannya untuk berdamai dengan sang ayah, Raja Charles III, dan kakaknya, Pangeran William.
Dalam wawancara terbaru bersama majalah GQ yang diterbitkan pada Selasa, Harry mengonfirmasi bahwa ia berduka atas hubungan rumit dengan ayah dan kakaknya tersebut.
“Ya, tentu saja,” ujar Harry ketika ditanya mengenai hal itu.
“Beberapa orang tidak ingin hal itu berhasil. Saya ingin hal itu berhasil,” kata Harry, seraya menambahkan bahwa perbedaan dalam keluarga merupakan isu yang sangat relevan bagi banyak orang.
“Dengan semua hal lain yang sedang terjadi di dunia, hal terpenting adalah berdamai, itulah poin kuncinya,” lanjutnya. “Bekas luka akan bertahan selamanya. Namun, bagaimana persepsi dan pemikiran Anda terhadap hal-hal yang telah terjadi, merelakan masa lalu, adalah sesuatu yang saya dorong untuk dilakukan oleh semua orang.”
Menanggapi penyataan Harry bahwa “beberapa orang tidak ingin hal itu berhasil”, juru bicara Duke of Sussex memberikan klarifikasi kepada ABC News. Pihaknya menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada anggota keluarga kerajaannya.
“Pernyataan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan sebagai sindiran kepada saudaranya atau anggota keluarganya yang lain. Komentar itu dibuat dalam konteks umum dan sama sekali tidak ditujukan kepada keluarganya,” tegas sang juru bicara.
Hubungan Pangeran Harry dengan ayah dan kakaknya merenggang sejak 2020, tepatnya saat ia dan istrinya, Meghan, memutuskan mundur dari peran senior Kerajaan Inggris dan pindah ke California. Ketegangan semakin meningkat setelah wawancara kontroversial bersama Oprah Winfrey, serial dokumenter Netflix, serta perilisan memoar Harry berjudul Spare pada 2023.
Meskipun demikian, Harry, Meghan, beserta kedua anak mereka, Archie dan Lilibet, memutuskan kembali pindah dari California ke Inggris sejak Agustus lalu. Kepindahan ini menandai babak baru bagi keluarga tersebut.
Harry menjelaskan bahwa keputusan memboyong keluarganya kembali ke Inggris didasari keinginan untuk berada lebih dekat dengan keluarga dan memberikan pengalaman hidup di Inggris kepada anak-anaknya yang berumur 5 dan 7 tahun.
“Bisa memasukkan anak-anak ke sekolah di Inggris sangat berarti bagi saya. Saya tidak menyangka betapa pentingnya hal itu bagi saya,” ungkapnya. “Saya selalu berpikir ini adalah sesuatu yang akan kami coba lakukan, dan kini mereka sudah bersekolah selama dua minggu. Mereka sangat menyukainya dan ini memberikan mereka pengalaman yang sama sekali berbeda.”
Harry menambahkan bahwa keputusan kepindahan ini tidak direncanakan sejak lama. “Ini bukan sesuatu yang kami rencanakan sejak lama. Ini adalah sesuatu yang telah kami pikirkan dan pertimbangkan. Namun bagi kami, ketika hal-hal tertentu mendukung dan makin jelas bahwa ini yang seharusnya terjadi, maka kami menjalankannya,” jelasnya.
Sejak kembali ke Inggris, keluarga Sussex belum membagikan secara publik mengenai lokasi spesifik tempat tinggal mereka maupun durasi rencana menetap. Meski sudah tidak lagi menjadi anggota aktif kerajaan, Harry dan Meghan melakukan penampilan publik bersama untuk pertama kalinya pekan lalu saat mengunjungi sejumlah organisasi masyarakat di Nottingham. (BBC/Z-2)
