
PERDANA Menteri Kanada Mark Carney menyambut hangat hasil awal referendum di Alberta yang menunjukkan lebih dari dua pertiga pemilih menyatakan keinginan untuk tetap menjadi bagian dari Kanada. Keputusan ini menjadi tonggak penting bagi stabilitas politik dan ekonomi negara tersebut di tengah tekanan eksternal.
“Pilihlah seolah-olah masa depan Kanada bergantung padanya,” ujar Carney di hadapan para pendukungnya di Calgary pekan lalu.
Usai kepastian kemenangan kubu penolak separatisme terlihat jelas, Carney kembali menegaskan arti penting hasil pemungutan suara tersebut. “Masa depan federasi masih bertumpu pada provinsi terkaya ini. Mereka memilih persatuan, untuk membangun bersama, dan untuk saling menjaga,” tuturnya.
Provinsi Alberta memegang peranan pivotal dalam perekonomian Kanada karena menguasai sebagian besar cadangan minyak terbukti, serta kekayaan gas dan mineral yang melimpah. Posisi strategis ini menjadi modal penting bagi pemerintah pusat di Ottawa untuk memperkuat ekonomi, mendiversifikasi perdagangan, dan menjalin aliansi baru di tingkat global di tengah perang dagang yang ketat dengan Amerika Serikat.
Mantan anggota parlemen Thomas Lukaszuk, yang memimpin kampanye Forever Canadian, menegaskan bahwa hasil pemungutan suara ini mengirimkan pesan kuat ke panggung internasional.
“Jangan macam-macam dengan Kanada,” tegas Lukaszuk saat berpidato di hadapan para pendukungnya di Edmonton.
Isu separatisme di Alberta sebelumnya sempat mengemuka seiring adanya dinamika hubungan dengan negara tetangga di selatan. Presiden AS Donald Trump bahkan sempat melontarkan gagasannya terkait Kanada saat berkampanye di Kansas.
“Saya akan membiarkan Anda tetap memiliki hoki es, dan saya akan membiarkan Anda mempertahankan lagu kebangsaan ‘O Canada’,” kata Trump, sebelum menambahkan, “Kami hanya bercanda.”
Meski demikian, di tingkat lokal, sejumlah tokoh kelompok separatis Alberta mengonfirmasi telah melakukan perjalanan ke Washington sebanyak tiga kali tahun lalu untuk bertemu pejabat Departemen Luar Negeri AS. Pertemuan tersebut membahas potensi penawaran dari Alberta jika merdeka, termasuk rencana pembangunan pipa minyak melintasi AS menuju Samudra Pasifik.
Di sisi lain, Pemerintah Kanada di bawah Carney terus mendorong proyek infrastruktur besar, termasuk usulan pipa minyak ke pantai Pasifik guna membuka akses komoditas Alberta ke pasar Asia sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi pada AS. Carney menekankan pentingnya “mewujudkan potensi penuh kita sebagai adidaya energi global dengan Alberta sebagai intinya.”
Selain pertanyaan utama mengenai pemisahan diri, referendum ini juga mencakup sembilan pertanyaan lain terkait perluasan wewenang provinsi, biaya migrasi, hingga potensi perubahan konstitusi. Hasil akhir dari poin-poin tersebut diprediksi akan memicu diskusi lanjutan antara pemerintah pusat dengan sembilan provinsi dan tiga wilayah kekuasaan Kanada lainnya. (BBC/Z-2)
