Pete Hegseth Siapkan Laporan Penarikan Pasukan Afghanistan, Jenderal Terancam Sanksi
Pete Hegseth.(The Washington Post)

PEMIMPIN militer Amerika Serikat, baik yang masih aktif maupun purnawirawan, kini dalam posisi waspada. Pemerintahan Donald Trump dikabarkan bersiap merilis hasil tinjauan mendalam mengenai penarikan pasukan dari Afghanistan tahun 2021. Laporan yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth ini diperkirakan akan dipublikasikan paling cepat bulan ini, menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.

Tinjauan ini mencakup wawancara dengan sejumlah perwira tinggi yang mengawasi operasi keberangkatan militer dan evakuasi kacau saat pemerintahan Afghanistan runtuh lima tahun lalu. Langkah ini dipandang sebagai upaya pemenuhan janji kampanye Trump untuk menuntut akuntabilitas atas keputusan yang dibuat di bawah pemerintahan Biden, terutama terkait serangan bom bunuh diri ISIS di bandara Kabul yang menewaskan 13 tentara AS dan sekitar 170 warga Afghanistan.

Potensi Sanksi Disipliner bagi Perwira Tinggi

Beberapa sumber yang mengetahui masalah ini menyebutkan bahwa laporan tersebut kemungkinan besar akan merekomendasikan tindakan disipliner bagi para jenderal yang terlibat. Opsi yang tersedia bagi Hegseth mencakup pemanggilan kembali perwira yang pensiun ke tugas aktif untuk menghadapi tindakan disipliner, seperti penurunan pangkat atau teguran resmi (censure).

Nama-nama besar yang menjadi sorotan dalam tinjauan ini antara lain:

  • Jenderal (Purn) Mark A. Milley: Mantan Ketua Kepala Staf Gabungan dan penasihat militer utama Presiden Biden.
  • Jenderal (Purn) Kenneth ‘Frank’ McKenzie: Mantan komandan tertinggi yang mengawasi operasi di Timur Tengah.
  • Jenderal (Purn) Austin ‘Scott’ Miller: Komandan tertinggi AS di Afghanistan hingga sebulan sebelum evakuasi.

Hegseth sebelumnya secara terbuka menyebut Milley dan McKenzie sebagai contoh jenderal yang ingin ia keluarkan dari militer. Untuk memimpin upaya ini, Hegseth menunjuk juru bicaranya, Sean Parnell, yang dibantu oleh mantan perwira Marinir Stuart Scheller–pernah diadili secara militer karena mengkritik kepemimpinan senior–dan jurnalis Jerry Dunleavy.

Perdebatan mengenai Tanggung Jawab

Di sisi lain, para jenderal yang terlibat sebelumnya memberikan kesaksian di hadapan Kongres bahwa mereka mendesak pemerintahan Biden untuk tidak menarik seluruh pasukan AS karena risiko keruntuhan pemerintah Afghanistan yang didukung Barat. McKenzie menyatakan bahwa Pentagon memiliki rencana penarikan, tetapi keputusan Biden untuk meminimalkan personel militer menjadi pemicu kekacauan.

Sebaliknya, Milley dan McKenzie juga menunjuk pada kesepakatan Trump dengan Taliban pada tahun 2020 sebagai faktor signifikan yang melemahkan posisi pemerintah Afghanistan. Sementara itu, pejabat dari pemerintahan Biden, termasuk mantan Menhan Lloyd Austin dan Menlu Antony Blinken, dilaporkan tidak berpartisipasi dalam wawancara untuk tinjauan Hegseth ini.

Konteks Operasi Lain: Di tengah fokus pada Afghanistan, pemerintahan Trump dilaporkan masih menahan detail mengenai operasi militer terbaru di Iran dan Kuwait, termasuk serangan pada 28 Februari yang menewaskan sekitar 120 anak-anak di suatu sekolah, serta serangan di Kuwait yang menewaskan enam tentara AS.

Tim Hegseth menegaskan bahwa fokus utama dari tinjauan Afghanistan ini ialah transparansi dan kejujuran bagi rakyat Amerika. “Akan ada akuntabilitas bagi mereka yang terlibat,” tegas pernyataan tertulis dari tim Menhan pada Senin (19/10), meskipun mereka menolak menjawab apakah waktu perilisan laporan ini bermotif politik untuk keuntungan pemilihan paruh waktu. (The Washington Post/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *