
AKTRIS kenamaan Christina Applegate mengumumkan fakta mengejutkan terkait kondisi kesahatannya. Bintang film Anchorman dan serial Married With Children tersebut mengonfirmasi dirinya salah didiagnosis mengidap penyakit multiple sclerosis (MS) selama lima tahun terakhir.
Applegate mengaku sangat terpukul dan meneteskan air mata saat pertama kali mengetahui kabar salah diagnosis tersebut.
“Kamu tidak bisa begitu saja salah didiagnosis dan lalu tiba-tiba saya membaik,” ujar Applegate dalam episode siniar Messy yang dirilis pada Selasa. “Jikapun ada perubahan, kondisi saya justru makin memburuk.”
Dalam episode yang dipandu bersama Jamie Sigler tersebut, Applegate menceritakan awal mula terungkapnya kekeliruan medis tersebut. Beberapa tahun lalu, dokternya menyarankan untuk menghentikan terapi infus MS guna melihat respons tubuhnya.
Namun, selama masa penghentian terapi tersebut, tubuh Applegate tidak menunjukkan respons layaknya penderita MS. Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, tim medis menyimpulkan ia tidak mengidap penyakit autoimun yang umumnya menyebabkan kekakuan otot serta gangguan berjalan dan berbicara itu.
“Dia masuk ke kamar saya dan berkata, ‘Selamat, Anda tidak mengidap MS,'” tutur Applegate mengenang momen tersebut. “Saya sama sekali tidak senang. Sementara orang lain sangat senang.”
Applegate, yang pertama kali didiagnosis mengidap MS pada Agustus 2021, mengaku harus kembali ke titik awal untuk mencari tahu penyakit sebenarnya yang menyebabkan gejala melumpuhkan pada tubuhnya sehari-hari. Penyelidikan medis lanjutan dijadwalkan mulai berlangsung pekan depan.
“Saya kembali ke titik nol di mana saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya,” ungkapnya.
Menanggapi kasus ini, Dr. Michael Kornberg dari Johns Hopkins University School of Medicine menjelaskan salah diagnosis pada penyakit kronis sangat membendung beban emosional pasien. Menurutnya, ada rasa tenang saat seseorang mengetahui pasti apa yang terjadi di dalam tubuhnya, sehingga perubahan diagnosis setelah lima tahun sangat mengguncang mental.
Pakar neuroimunologi Dr. Marwa Kaisey menambahkan kekeliruan diagnosis MS cukup sering terjadi karena gejalanya yang tidak konsisten serta ketiadaan metode tes tunggal. Diagnosis MS umumnya mengandalkan kriteria evaluasi dan pemindaian MRI untuk melihat lesi atau bintik putih pada otak dan saraf tulang belakang.
Namun, Dr. Elena Grebenciucova dari Northwestern Medicine menyebutkan bintik putih tersebut juga bisa menjadi tanda penyakit lain, seperti migrain, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, hingga kekurangan vitamin B12 yang memicu gangguan saraf serupa MS. Riset menunjukkan sekitar 15 hingga 20 persen pasien yang didiagnosis MS sebenarnya tidak mengidap penyakit tersebut.
Kondisi kesehatan ini sempat berdampak berat pada kehidupan pribadi dan karier Applegate. Saat menjalani syuting serial Netflix Dead To Me, ia harus menggunakan kursi roda dan tidak bisa berjalan tanpa bantuan tongkat, bahkan sempat mengaku mengalami depresi berat akibat gejalanya. (BBC/Z-2)
