
Dua pekerja kreatif Indonesia Kurnia Latif Maulani dan Muhammad Daffa Aulia mewakili Indonesia pada Young Lions Competition di Cannes Lions International Festival of Creativity 2026, di Prancis. Kedua profesional di agensi iklan Alva Maleo itu masing-masing berperan sebagai penulis skrip dan direktur seni.
“Di sana kami akan dihadapkan pada sebuah soal yang harus dijawab dalam semacam konsep yang menyangkut grafis serta penjelasan, misalnya media yang dituju serta konsep kampanye,” kata kedunya ketika dijumpai pada pelepasan delegasi oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, hari ini, Senin (8/6). Pada acara itu hadir pula Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi, serta CEO Future Creative Network (FCN) Ivan Hadywibowo, agensi iklan itu yang mendukung keikusertaan Indonesia pada kompetisi itu.
“Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam kompetisi kreatif tingkat dunia tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam industri kreatif global sekaligus membuka peluang lebih luas bagi talenta muda untuk menunjukkan kapasitas dan kreativitasnya di panggung internasional,” kata Teuku Riefky.
Delegasi Indonesia yang akan berangkat ke Cannes merupakan pemenang Young Lions Indonesia 2026 kategori Digital setelah melalui proses seleksi nasional yang berlangsung sejak Maret hingga awal April 2026.
Young Lions sendiri merupakan kompetisi khusus bagi talenta kreatif berusia di bawah 30 tahun yang mewakili negaranya masing-masing dalam format tim beranggotakan dua orang.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) yang diolah Kementerian Ekraf, subsektor periklanan masuk dalam lima besar dari 17 subsektor ekonomi kreatif dengan capaian nilai ekonomi kreatif pada tahun 2025. Nilai investasi subsektor ini tercatat mencapai Rp 6,6 triliun atau meningkat sebesar 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Kemenekraf menunjukkan, pada 2025 lalu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang dicatat oleh Kementerian Investasi itu yang pertama aplikasi, fesyen, kriya, kuliner, dan periklanan. Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Cecep Rukendi menyatakan data itu menegaskan, industri periklanan tidak mengalami kemunduran atau senjakala)tetapi beradaptasi dengan perkembangan baru di dunia teknologi digital. (X-6)
