Menkeu Sebut Pendapatan Negara Rp2.341,5 Triliun per September 2026
Menteri Keuangan Suahasil Nazara di acara Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Jakarta(MI/Insi Nantika Jelita)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebutkan pendapatan negara hingga akhir September 2026 sebesar Rp2.341,5 triliun, naik 25,5 persen year on year (yoy) dan telah mencapai 74,2 persen dari target tahun ini.

“Sampai dengan akhir September, kinerja anggaran kita cukup baik,” ujar dia  di Jakarta, Kamis (8/10).

Dalam periode yang sama, belanja negara sudah dibelanjakan Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu, dan meningkat 19 persen yoy. Menurutnya jumlah itu masih on-track.

Menkeu menjamin akan ada percepatan belanja, terutama di bulan November dan Desember tahun ini. Adapun defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di angka Rp319 triliun atau 1,24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dengan keseimbangan primer Rp125,5 triliun.

“APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit. Artinya, kita desain supaya belanja negara bisa lebih tinggi dari apa yang kita kumpulkan dari masyarakat, pendapatan negara,” ujar dia.

Ia mengatakan APBN merupakan uang dari rakyat, namun juga belanjanya ada kembali lagi kepada masyarakat Indonesia.

Menkeu mengatakan aliran modal masuk hingga 7 Oktober sebesar Rp131,1 triliun dari Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Selain itu, pertumbuhan ekonomi 5,45 persen yoy per semester I-2026, inflasi 3,28 persen per September, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur 52,4, neraca perdagangan Januari-Agustus sebesar 7,25 miliar dolar AS, serta pertumbuhan kredit meningkat 13,7 persen yoy per Agustus.

Ia mengatakan situasi global menimbulkan gejolak. Ia menyebut kebijakan fiskal harus bisa merespons tekanan saat ini tanpa menjadi rentan di masa depan.

“Kita enggak bisa menggunakan kebijakan fiskal belanja negara kita, kita buat setinggi mungkin, karena dalam jangka pendek mungkin itu bagus, tetapi dalam jangka panjang kemudian membuat fiskalnya sendiri menjadi vulnerable,” papar Menkeu. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *