
DI sebuah warung kopi di kawasan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Andi Rizal, menatap layar ponselnya sambil bercerita, mobilnya baru saja keserempet kendaraan lain di Jalan Perintis Kemerdekaan, sehingga mengalami kerusakan di bagian bemper depan.
Sebagai pelanggan Garda Oto sejak 2021, Rizal tahu jika ia punya perlindungan untuk mobilnya. Tapi yang ia bingung, dan kadang malas, jika proses klaim asuransi untuk mobilnya akan memakan waktu, energi, dan hari yang melelahkan, seperti yang pernah ia dengar dari cerita rekannya. Lantaran harus ke kantor asuransi, melaporkan kejadian yang menimpa mobilnya, diwawancarai kejadiannya seperti apa dan banyak lagi.
Tapi pada kenyataannya, tidak seperti yang ia bayangkan. Yang ada justru sebaliknya. Dalam waktu kurang dari 24 jam, Rizal tidak perlu lagi ke service point atau kantor asuransi mana pun untuk mengklaim kerusakan pada mobilnya.
Karena hanya melalui fitur Virtual Survey di aplikasi myGarda, ia terhubung dengan surveyor Asuransi Astra dengan sambungan panggilan video. Proses pemeriksaan kondisi kendaraan juga dilakukan langsung dari garasi rumahnya, tanpa harus antre. Tidak banyak berkas, tidak ada perjalanan yang bisa saja terhalang macet ke kantor cabang di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Makassar.
“Awalnya saya kira harus bawa mobil ke kantor, harus antre, baru tunggu surveyor memeriksa mobilnya. Tapi sekarang, ternyata cukup lewat video call. Surveyor-nya memandu dari awal sampai selesai, dan saya bisa lihat langsung prosesnya. Jadi asuransi Astra ini memang benar-benar langsung hadir di depan mata,” urai Rizal.
Satu Janji yang Diuji
Perubahan cara layanan itu harus dilakukan di tengah gencarnya kecerdasan artifisial. Karena kepercayaan tidak dibangun di atas kertas polis, tetapi diuji di lapangan, di jalan raya, di rumah sakit, dan di ruang-ruang tempat pelanggan benar-benar membutuhkan perlindungan.
Branch Manager Asuransi Astra Makassar, Anselmo Sebastian Rendika, mengungkapkan, saat ini, edukasi kepada konsumen mencakup pemahaman produk, tata cara klaim, manajemen risiko, hingga kemudahan layanan melalui inovasi digital sangat penting.
Salah satu yang paling menyentuh kebutuhan pelanggan di daerah adalah fitur Virtual Survey pada aplikasi myGarda untuk pelanggan Garda Oto, yang memungkinkan proses klaim dilakukan melalui video call tanpa harus datang ke service point.
“Perlindungan yang baik dimulai dari pemahaman yang baik. Semakin baik pemahaman sejak awal, semakin nyaman pelanggan menggunakan perlindungan yang dimiliki,” ujar Anselmo pada media gathering, September 2026 lalu, yang dihadiri Regional Manager Asuransi Astra Jawa Barat–Sulawesi Hendra Tan.
Dari sisi regulator, Asisten Manager Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Nadilah Avissa Nashar menekankan bahwa edukasi dan keterbukaan informasi menjadi kunci perlindungan konsumen.
Masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas, benar, akurat, mudah dipahami, dan tidak menyesatkan sebelum memilih produk jasa keuangan. “Dan itu sudah dilakukan Asuransi Astra,” sebutnya.
Teknologi Menjawab Kebutuhan
Pelanggan lain, Ahmad Safei menambahkan, jika apa yang dilakukan Garda Oto, bisa memangkas jarak antara ia dan layanan yang dibutuhkannya.
“Kalau dulu, saya harus cari waktu luang untuk urus klaim. Sekarang, sambil menunggu dagangan, saya bisa selesaikan semuanya dari HP,” ungkapnya.
Bagi Anselmo, transformasi yang mereka lakukan, bukan hanya mengikuti tren. Kehadiran layanan digital menjadi jembatan yang menghubungkan janji perlindungan dengan kenyataan di lapangan.
Menjaga Kepercayaan
Tujuh dekade Asuransi Astra bukan hanya tentang angka, penghargaan, atau peringkat kredit, tapi menjaga kepercayaan.
Dan Asuransi Astra memilih untuk terus hadir, bukan hanya sebagai perusahaan asuransi, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup masyarakat yang telah memberi mempercayai mereka. (LN/E-4)
