
JUMLAH jemaah haji asal Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang wafat di Tanah Suci bertambah menjadi enam orang dan sejumlah jemaah tertunda kepulangannya karena sakit.
“Hingga kini tercatat ada enam jemaah haji asal embarkasi Banjarmasin yang wafat, masing-masing empat orang asal Kalsel dan dua orang asal Kalteng. Selain itu ada sejumlah jemaah yang sakit sehingga kepulangannya tertunda,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalsel, Dr Eddy Khairani, di sela-sela kegiatan penyambutan kedatangan Kloter BDJ 02 asal Kabupaten Banjar, Jumat (5/6) petang.
“Jemaah yang sakit bersama pendamping, apabila nantinya telah dinyatakan sehat serta layak terbang, insya Allah akan dipulangkan dan disertakan pada kloter berikutnya,” ujarnya.
Adapun Kloter BDJ 02 asal Kabupaten Banjar mendarat di Bandara Internasional Syamsudin Noor menggunakan Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 8402 yang mengangkut sebanyak 358 jemaah dan petugas dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Tiba di debarkasi Banjarmasin para jemaah harus menjalani pemeriksaan kesehatan (karantina) dan kepabeanan (beacukai) bagi yang membeli/membawa barang impor seperti elektronik, smartphone dan perhiasan.
Eddy menambahkan saat ini merupakan fase operasional kepulangan dari Arab Saudi menuju Debarkasi Banjarmasin. Adapun teknis pemulangan jemaah dan petugas haji dilakukan secara terkoordinasi. Mulai dari bagasi dan air Zamzam yang menjadi hak jemaah haji akan dan telah didistribusikan ke masing-masing daerah sesuai dengan jumlah jemaah yang berangkat pada musim haji tahun ini.
Asisten Bidang Ekonomi Pemprov Kalsel, Ariadi Noor memberikan apresiasi atas kelancaran proses pelaksanaan haji oleh petugas PPIH tahun ini. Dirinya juga berharap agar para jemaah tetap memperhatikan kesehatannya, hingga tiba di tanah air.
Berdasarkan laporan para petugas kloter yang mendampingi jemaah di Arab Saudi, secara umum kondisi jemaah haji asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam keadaan sehat. Saat ini, para jemaah masih fokus menyelesaikan salah satu rukun haji, yaitu Tawaf Ifadah di Masjidil Haram.
Sementara, terdapat 8 jemaah yang sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Berdasarkan laporan tim kesehatan, penyakit paling banyak diderita adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta gangguan kesehatan lain yang memerlukan pemantauan dan penanganan medis lebih lanjut.
Adapun jumlah jemaah haji asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang wafat di Tanah Suci tercatat sebanyak enam orang, dengan rincian 4 orang jemaah berasal dari Kalimantan Selatan dan 2 orang jemaah berasal dari Kalimantan Tengah. Seluruh jemaah yang wafat telah dimakamkan di Arab Saudi sesuai dengan ketentuan berlaku. (H-2)
