Mengapa Anak Mudah Tertular Flu dari Orang Dewasa? Ini Penjelasan Ahli
Tinggi badan membuat anak lebih mudah menghirup partikel virus.(Dok. Magnific)

Perbedaan tinggi badan antara anak-anak dan orang dewasa ternyata menjadi salah satu faktor penentu tingginya tingkat paparan virus influenza pada kelompok usia dini. Anak-anak dinilai lebih rentan menghirup partikel virus yang keluar saat orang dewasa di sekitarnya berbicara, batuk, atau bersin.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Anggraini Alam, menjelaskan bahwa posisi fisik anak yang berada di bawah tinggi orang dewasa membuat mereka terpapar langsung oleh partikel halus (droplet). Hal ini menyebabkan risiko penularan influenza dari orang dewasa ke anak menjadi sangat tinggi.

“Jangan heran, bilamana seorang anak yang masih tingginya di bawah orang dewasa, saat orang dewasa bicara, bersin, atau batuk, maka anak menghirup semua partikel-partikel halus, sehingga merekalah yang tertular,” ujar Anggraini dalam konferensi pers daring, Jumat (18/9).

Data menunjukkan bahwa anak-anak memiliki risiko mengalami flu dua kali lipat dibandingkan orang dewasa. Selain faktor fisik, sistem kekebalan tubuh anak yang belum banyak terpapar berbagai jenis virus flu membuat mereka lebih mudah terinfeksi. Anggraini menyebut sekitar 5% anak yang terinfeksi influenza memerlukan rawat inap akibat perburukan kondisi.

Kelompok yang paling rawan mengalami komplikasi serius adalah anak-anak dengan komorbid, terutama gangguan neurologi. Risiko ini meningkat ketika anak berada di area padat atau kerumunan, seperti pusat perbelanjaan (mall) dan tempat penitipan anak (daycare).

Lebih lanjut, Anggraini memperingatkan bahwa anak yang terinfeksi influenza dapat menyebarkan virus dalam jangka waktu yang lebih lama, serupa dengan pasien immunokompromis. Kecepatan penularan influenza bahkan disebut melampaui covid-19.

“Begitu ada yang sakit saja di tempat kita bekerja atau di sekolah, maka yang lainnya segera tertular. Bahkan dibandingkan Covid-19, sekalipun flu lebih cepat,” pungkasnya.

Selain anak-anak, kelompok lain yang berisiko tinggi mengalami perburukan akibat influenza tipe A atau B meliputi lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta. Sementara itu, tenaga kesehatan dan pengasuh (caregiver) menjadi kelompok yang paling mudah terpapar karena intensitas interaksi dengan pasien. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *