Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Masuki Tahap Fisik
Gubernur Sumbar Mahyeldi memastikan proyek Fly Over Sitinjau Lauik.(MI/Yose Hendra)

GUBERNUR Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, memastikan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik terus menunjukkan progres positif dan kini telah memasuki tahapan pekerjaan fisik. Kepastian ini disampaikan Mahyeldi saat meninjau langsung lokasi proyek bersama tim dari Hutama Karya dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), kemarin.

Mahyeldi mengungkapkan bahwa kendala utama terkait pengadaan tanah kini telah sepenuhnya tuntas. Dengan selesainya masalah lahan, PT Hutama Pelaksanaan Sitinjau Lauik (HPSL) selaku pelaksana proyek dapat bergerak maksimal melakukan konstruksi di lapangan.

“Alhamdulillah dengan dukungan semua pihak, untuk masalah tanah sudah selesai. Berarti sekarang HPSL selaku pelaksana sudah bergerak untuk pembangunan fisik. Dan sekarang ini progresnya cukup menggembirakan,” ujar Mahyeldi pada Jumat (20/9/2026).

Proyek ini dinilai memiliki tingkat kesulitan tinggi karena desain dan kondisi geografisnya. Tim teknis menjelaskan bahwa pembangunan mencakup Jembatan 3 dan Jembatan 4 dengan karakter berbeda, termasuk konstruksi melengkung dengan bentang 180 meter serta konstruksi cable-stayed yang membentang hingga 300 meter.

Mahyeldi menekankan bahwa keberhasilan proyek strategis ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor, mulai dari Kementerian PU, DPR RI, hingga pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya komunikasi persuasif dengan warga terkait pembebasan lahan agar pembangunan tidak terhambat.

“Di Sumatera Barat ini sebenarnya masalah lahan tidak sulit, yang penting komunikasi dengan masyarakat harus lancar. Ketika masyarakat merasa dihargai dan dilibatkan, maka percepatan bisa diwujudkan,” tambahnya.

Sementara itu, PPK Sitinjau Lauik, Risma, menjelaskan bahwa proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Fokus utama pembangunan adalah meningkatkan keselamatan di Tikungan Panorama 1 yang selama ini dikenal ekstrem bagi kendaraan logistik.

Pihak Balai optimis pengerjaan konstruksi akan berjalan lebih optimal setelah penyesuaian jadwal kerja sama dilakukan. Target penyelesaian seluruh infrastruktur Fly Over Sitinjau Lauik ini ditetapkan pada Mei 2028 mendatang. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *