
PERUBAHAN hormon dan paparan stres kronis kini menjadi tantangan serius bagi pria di usia produktif. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kebugaran fisik, tetapi juga secara signifikan menurunkan kualitas hidup, energi, hingga rasa percaya diri.
Dokter spesialis urologi sekaligus praktisi kesehatan pria, dr. Wempy Supit, SpU, FACS, mengungkapkan bahwa banyak pria saat ini mengeluhkan gejala yang sering kali dianggap sepele, namun sebenarnya berakar pada masalah hormonal.
“Banyak pria datang dengan keluhan cepat lelah, sulit fokus, dan kualitas tidur yang menurun. Tidak sedikit juga yang mengalami perubahan fisik seperti peningkatan lemak tubuh, penurunan massa otot, hingga kerontokan rambut akibat stres dan perubahan hormonal,” ujar Wempy dalam keterangan resmi, dikutip Senin (1/6).
Memahami Andropause: ‘Menopause’ pada Pria
Kondisi yang dipaparkan Wempy tersebut merupakan bagian dari penurunan hormon testosteron yang dikenal secara medis sebagai andropause. Berbeda dengan menopause pada perempuan yang terjadi secara mendadak dan jelas, andropause pada pria berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak disadari.
Gaya hidup modern yang penuh tekanan, kurangnya waktu istirahat, serta pola hidup tidak seimbang menjadi pemicu utama fenomena ini semakin banyak ditemukan pada pria usia produktif. Penurunan kadar testosteron ini membawa dampak berantai pada metabolisme tubuh.
Berikut adalah ringkasan dampak penurunan hormon dan stres kronis pada pria berdasarkan penjelasan medis:
| Aspek Kesehatan | Dampak yang Terjadi |
|---|---|
| Fisik & Metabolisme | Penurunan massa otot, peningkatan lemak tubuh, risiko diabetes. |
| Psikologis & Kognitif | Cepat lelah, sulit fokus, penurunan rasa percaya diri. |
| Estetika & Sinyal Tubuh | Kerontokan rambut, perubahan kondisi kulit. |
| Kualitas Hidup | Kualitas tidur memburuk, energi menurun drastis. |
Kesehatan Rambut sebagai Indikator Kebugaran
Senada dengan hal tersebut, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.DVE, FINSDV, dokter spesialis dermatologi dan venereologi lulusan Universitas Indonesia, menekankan bahwa kondisi luar tubuh seperti rambut merupakan cermin dari kesehatan internal.
“Ketika seseorang mengalami stres kronis atau ketidakseimbangan hormon, tubuh sering memberikan sinyal melalui perubahan kondisi kulit dan rambut. Perawatan rambut saat ini bukan lagi sekadar estetika, tetapi bagian dari keseluruhan kebugaran,” jelas Arini.
Ia menambahkan bahwa saat ini terjadi pergeseran sudut pandang di masyarakat. Pasien kini berkonsultasi kepada dokter bukan semata-mata ingin terlihat lebih tampan atau cantik secara visual, melainkan karena mereka merasa fungsi tubuhnya sudah tidak lagi optimal.
Investasi Massa Otot untuk Umur Panjang
Menjaga massa otot kini dipandang sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Selain untuk menunjang penampilan, massa otot yang terjaga berperan vital dalam menjaga metabolisme tubuh tetap aktif dan melindungi pria dari berbagai penyakit metabolik seiring bertambahnya usia.
Dengan pendekatan kesehatan yang menyeluruh (holistik), para ahli menyarankan pria untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh dan mulai memperbaiki pola hidup guna menjaga keseimbangan hormonal demi kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. (Ant/Z-1)
