
LECCE resmi mengamankan posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Italia setelah memetik kemenangan tipis 1-0 atas Genoa di Stadio Via Del Mare. Keberhasilan lolos dari jerat degradasi ini memecahkan rekor baru bagi klub, yang akan berkompetisi di Serie A untuk kelima kalinya secara beruntun sepanjang sejarah mereka.
Pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika Lameck Banda membuka keunggulan untuk tuan rumah. Berawal dari upaya penyerang Walid Cheddira yang berhasil ditepis oleh kiper kedua Genoa, Nicola Leali, Banda bergerak cepat menyambar bola muntah untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Banda hampir menggandakan keunggulan tidak lama kemudian, namun kali ini Leali tampil sigap melakukan penyelamatan krusial di tiang dekat gawangnya.
Jelang akhir babak pertama, drama sempat terjadi ketika Genoa berhasil mencetak gol balasan melalui Morten Frendrup. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena Andrea Colombo sudah terlebih dahulu terjebak dalam posisi offside saat proses membangun serangan. Sebelum turun minum, Leali kembali menggagalkan peluang Banda lewat penyelamatan spektakuler yang menepis bola tembakan melengkung dari pojok atas gawang.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan kian sengit. Lecce hampir menambah keunggulan melalui peluang dari Cheddira dan Santiago Pierotti, namun sayang upaya keduanya masih membentur tiang gawang. Di sisi lain, Genoa juga sesekali memberikan perlawanan melalui ancaman dari Stefano Sabelli dan Patrizio Masini.
Di tengah jalannya laga, perhatian para pendukung Lecce di stadion juga terbagi ke pertandingan lain antara Cremonese menghadapi Como. Gemuruh sorak penonton terdengar setiap kali ada laporan gol dari kubu Como yang bertanding di Cremona.
Ketika tim asuhan Cesc Fabregas tersebut sudah unggul tiga gol dan unggul jumlah pemain pada sepuluh menit tersisa, pesta perayaan di markas Lecce langsung dimulai lebih awal. Kekalahan Cremonese memastikan posisi Lecce aman dari degradasi, apa pun hasil akhir yang mereka terima saat melawan Genoa.
Bagi pelatih Lecce, Eunio Di Francesco, keberhasilan ini terasa sangat melegakan. Setelah sempat merasakan kepahitan terdegradasi ke Serie B dalam dua musim berturut-turut bersama Frosinone dan Venezia, ia akhirnya sukses membawa tim asuhannya bertahan sekaligus mengukir sejarah baru bagi publik Stadio Via Del Mare. (Football-Italia/Z-2)
