Taiwan Perketat Pengendalian Tikus Usai Kasus Kematian Akibat Hantavirus, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi(Dok Magnific)

OTORITAS Taiwan meningkatkan langkah pengendalian hewan pengerat setelah satu kasus kematian akibat infeksi hantavirus dilaporkan terjadi di wilayah tersebut. Upaya sanitasi dan pencegahan kini diperluas untuk menekan risiko penularan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap virus tersebut.

Stasiun televisi China Central Television (CCTV) pada Jumat melaporkan otoritas Taipei saat ini melakukan langkah sanitasi besar-besaran serta menambah jumlah titik pemasangan umpan tikus.

Selain itu, pemerintah setempat juga mengerahkan tenaga ahli pemantauan dan pengendalian hewan pengerat guna membantu warga memperkuat langkah pencegahan penyebaran virus di lingkungan permukiman.

Hingga kini, baru satu kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Taiwan. Meski demikian, kekhawatiran masyarakat terhadap potensi penyebaran infeksi masih cukup tinggi, terutama karena virus tersebut berkaitan erat dengan keberadaan tikus di area padat penduduk.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang dapat menular ke manusia melalui kontak dengan hewan pengerat, khususnya tikus. Infeksi ini diketahui dapat memicu sejumlah gangguan serius, mulai dari demam berdarah dengan sindrom ginjal hingga sindrom paru akibat hantavirus yang berisiko fatal.

Di sisi lain, perhatian global terhadap hantavirus juga meningkat setelah muncul laporan wabah mematikan di kapal pesiar Belanda MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak tujuh orang terinfeksi dalam insiden tersebut, dengan tiga di antaranya meninggal dunia.

Dengan munculnya sejumlah kasus dalam waktu berdekatan, penguatan sanitasi lingkungan dan pengendalian populasi tikus diperkirakan akan menjadi fokus berbagai otoritas kesehatan dalam beberapa waktu ke depan guna mencegah risiko penyebaran lebih luas. (Ant/E-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *