Hotspot Naik, Operasi dan Perlindungan Satwa Diperkuat
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah).(Antara)

KEMENTERIAN Kehutanan terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan seiring meningkatnya hotspot di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan Tengah. Bersamaan dengan pemadaman, perlindungan masyarakat, kawasan konservasi, dan penyelamatan satwa liar terdampak karhutla juga terus dilakukan.

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 1.350 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence. Jumlah tersebut meningkat 542 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 808 hotspot.

Pada enam provinsi prioritas karhutla, jumlah hotspot meningkat dari 446 menjadi 1.078 titik, atau bertambah 632 titik. Kalimantan Tengah mencatat 874 hotspot, naik tajam dari 198 titik sehari sebelumnya. Kalimantan Selatan mencatat 99 titik, naik dari 52 titik. Sumatera Selatan turun menjadi 59 titik dari 131 titik; Kalimantan Barat tercatat 39 titik dari sebelumnya 38 titik; Jambi turun menjadi 7 titik dari 27 titik; sementara Riau tetap nihil hotspot high confidence.

Perkembangan tersebut menempatkan Kalimantan Tengah sebagai wilayah yang membutuhkan perhatian paling intensif. Namun, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa data hotspot merupakan indikator awal untuk mengarahkan patroli dan groundcheck, bukan jumlah kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar.

Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, seluruh indikasi harus diverifikasi untuk menentukan kondisi api dan langkah penanganan yang diperlukan di lapangan.

Kenaikan hotspot direspons dengan penguatan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan pada lokasi-lokasi yang setelah diverifikasi masih menunjukkan adanya api maupun bara. Khusus pada lahan gambut, operasi tidak dihentikan ketika api di permukaan sudah tidak terlihat. Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan sehingga pembasahan harus terus dilakukan untuk mencegah penyalaan kembali.

Dukungan operasi udara juga tetap disiagakan. Sebanyak 49 unit armada udara mendukung penanganan karhutla, terdiri atas 32 unit untuk water bombing serta 17 unit untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca. BNPB bersama TNI dan BMKG juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca, termasuk pengujian penyemaian menggunakan dry ice. 

Pemanfaatannya disesuaikan dengan kondisi atmosfer untuk membantu proses pembentukan kristal es pada awan dan meningkatkan peluang hujan. Operasi udara tetap disesuaikan dengan kondisi cuaca, jarak pandang, ketersediaan sumber air, prioritas lokasi, dan keselamatan penerbangan.

Di tengah penanganan karhutla, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia atau YIARI di Ketapang, Kalimantan Barat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap dampak karhutla yang tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga menyebabkan satwa liar kehilangan habitat, kekurangan sumber pakan, mengalami gangguan kesehatan, dan terdorong keluar dari kawasan hutan. 

Di pusat rehabilitasi, penanganan orangutan dilakukan mulai dari pemeriksaan kesehatan, perawatan medis, rehabilitasi hingga persiapan untuk dikembalikan ke habitat yang aman apabila kondisi satwa telah memungkinkan.

Data terbaru menunjukkan 51 individu orangutan telah diselamatkan dari kawasan terdampak karhutla di Ketapang dan Kayong Utara selama periode 6 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026. Sejumlah orangutan ditemukan dalam kondisi lemah, kurus, mengalami dehidrasi, gangguan pernapasan, maupun luka setelah habitatnya terdampak kebakaran.

Dua orangutan remaja, Lusi dan Riri, termasuk di antara individu yang baru-baru ini diselamatkan. Keduanya ditemukan tanpa induk di kawasan terdampak karhutla. Lusi ditemukan dalam kondisi sangat kurus, dehidrasi, dan mengalami sejumlah luka, sementara Riri ditemukan sendirian dalam kondisi ketakutan di pohon sawit. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan lebih lanjut di pusat rehabilitasi YIARI.

“Upaya penanggulangan karhutla harus berjalan bersama dengan penyelamatan satwa dan perlindungan habitatnya,” kata Raja Juli dalam keterangannya, Jumat (23/10).

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke pusat rehabilitasi YIARI, ia juga meninjau klinik kesehatan satwa, fasilitas rehabilitasi, dan kondisi orangutan yang sedang menjalani perawatan. Kolaborasi Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Barat dengan YIARI, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai mitra konservasi terus diperkuat dalam penyelamatan, rehabilitasi, dan translokasi orangutan terdampak karhutla.

Masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lain dalam kondisi terluka, terjebak, keluar dari habitatnya, atau memasuki permukiman diminta tidak melakukan evakuasi sendiri. Jaga jarak, hindari tindakan yang dapat membuat satwa tertekan, dan segera laporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat.

Berdasarkan pantauan kondisi udara berbasis PM2,5, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, terdapat sejumlah kantong kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan berbahaya secara lokal, terutama pada beberapa bagian Kalimantan, serta sejumlah wilayah di Sumatera, Jawa, dan Papua.

Kenaikan atau penurunan hotspot tidak selalu langsung sejalan dengan kualitas udara yang dirasakan masyarakat. Asap dari kebakaran, khususnya pada lahan gambut, dapat bertahan dan berpindah mengikuti kondisi atmosfer. 

“Masyarakat di wilayah dengan kualitas udara memburuk diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis,” ujar dia.

Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, segera laporkan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Peningkatan hotspot hari ini menjadi dasar untuk semakin memperkuat respons di lapangan. Pengendalian tidak hanya ditujukan untuk menurunkan jumlah titik panas, tetapi memastikan api dan bara benar-benar padam, asap berkurang, masyarakat terlindungi, kualitas udara pulih, serta satwa liar dan habitatnya tetap terjaga. Kontak pelaporan informasi karhutla di Posko Karhutla Kementerian Kehutanan. (Iam/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *