Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Tibet, Presiden Xi Jinping Perintahkan Operasi Penyelamatan Massal
Gempa Tibet(BBC)

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping menginstruksikan pelaksanaan operasi penyelamatan massal menyusul bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah pegunungan Tibet. Pihak berwenang Tiongkok melaporkan jumlah korban luka terus meningkat di tengah medan berat dan suhu dingin ekstrem.

Melalui pernyataan yang dirilis media pemerintah, Presiden Xi menegaskan prioritas utama penanganan bencana saat ini adalah keselamatan warga.

“Upaya sekuat tenaga harus dilakukan untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang terjebak akibat gempa bumi, memberikan pengobatan medis bagi mereka yang terluka, dan meminimalkan korban jiwa,” ujar Presiden Xi.

Ia juga menekankan kondisi geografis lokasi bencana yang berada di dataran tinggi dengan suhu udara yang sangat dingin.

“Xi menekankan bahwa wilayah yang terdampak berada di ketinggian dan suhunya dingin. Ia juga menyerukan penyiapan darurat pasokan penyelamatan, relokasi dan pemukiman kembali warga terdampak secara tepat, perbaikan infrastruktur yang rusak, serta langkah-langkah efektif untuk melindungi kehidupan dan properti masyarakat,” lanjut pernyataan resmi tersebut.

Korban Luka Meningkat dan Status Darurat Dinaikkan

Data terbaru dari pejabat setempat yang disiarkan media pemerintah mencatat jumlah korban luka meningkat dari 32 menjadi 54 orang, dengan beberapa di antaranya menjalani perawatan akibat luka serius. Pemerintah daerah telah menaikkan status tanggap darurat dari level empat menjadi level tiga. Dalam sistem penanganan bencana di Tiongkok, level satu merupakan tingkat paling parah, sementara level empat adalah yang terendah.

Guna menangani dampak bencana, lebih dari 350 personel serta 83 kendaraan dari tim pemadam kebakaran dan penyelamatan telah diterjunkan ke lokasi terdampak.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa utama berkekuatan magnitudo 7,0 dengan kedalaman 18 kilometer. USGS juga merekam tujuh guncangan susulan di sekitar pusat gempa di kawasan pegunungan tersebut, dengan susulan terbesar mencapai magnitudo 5,2 pada kedalaman 10 kilometer.

Diperkirakan sekitar 111.000 orang merasakan guncangan sedang hingga kuat saat gempa dangkal ini terjadi. Gempa dangkal yang berada lebih dekat ke permukaan bumi umumnya berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar dibandingkan gempa dalam.

Akses Informasi dan Situasi di Lapangan

Tibet merupakan salah satu wilayah dengan pengawasan terketat di Tiongkok. Pemerintah membatasi arus informasi dan memberlakukan pembatasan ketat bagi jurnalisme independen. Warga asing memerlukan izin khusus untuk memasuki provinsi ini, sementara pihak yang membagikan informasi sensitif berisiko menghadapi sanksi berat.

Kondisi tersebut membuat pemantauan situasi di lapangan sangat bergantung pada laporan media pemerintah Tiongkok. Saat ini, jurnalis dari media resmi pemerintah telah tiba di dekat pusat gempa dan melakukan siaran langsung dari wilayah terdampak. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *