
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dijadwalkan akan memberikan pembaruan terkini mengenai rencana program eksplorasi Bulan, Artemis, pada Jumat (23/10). Pengumuman penting ini disampaikan melalui konferensi pers yang disiarkan secara langsung dari Kennedy Space Center di Florida.
Acara bertajuk “Artemis Acceleration” tersebut dimulai pada pukul 14.00 EDT (atau pukul 18.00 GMT). Publik dapat menyaksikan seluruh jalannya pengarahan ini secara langsung melalui kanal resmi NASA maupun platform siaran berita antariksa.
Dalam penjelasannya, NASA memfokuskan pembaruan pada persiapan misi Artemis III serta peta jalan jangka panjang untuk membawa kembali manusia ke permukaan Bulan.
“Pembaruan ini mencakup detail mengenai misi Artemis III NASA yang akan mengirimkan empat astronot ke orbit rendah Bumi tahun depan guna menguji sistem-sistem krusial yang dibutuhkan untuk pendaratan di Bulan pada masa mendatang, serta perkembangan rencana pengembalian astronot Amerika ke Bulan pada 2028,” demikian pernyataan resmi pejabat NASA dalam imbauan media.
Tiga pejabat tinggi badan antariksa tersebut hadir langsung untuk memberikan pemaparan, yaitu Administrator NASA Jared Isaacman, Associate Administrator NASA Amit Kshatriya, serta Manager Program Artemis NASA Jeremy Parsons.
Fokus pada Artemis III dan Uji Coba Kunci
Saat ini, NASA sedang berfokus mempersiapkan misi Artemis III yang ditargetkan berlangsung pada pertengahan 2027. Misi ini dirancang untuk menguji teknologi rendezvous dan mekanisme perapatan (docking) antara kapsul Orion milik NASA dengan kendaraan pendarat awak (crewed lunar lander) yang dikembangkan oleh pihak swasta.
Untuk menunjang pendaratan di Bulan, NASA telah bermitra dengan dua perusahaan dirgantara swasta terkemuka, yakni SpaceX dengan wahana Starship dan Blue Origin melalui lander Blue Moon.
Setelah Artemis III, skenario eksplorasi dilanjutkan dengan misi Artemis IV. Jika seluruh proses pengembangan berjalan sesuai rencana, Artemis IV diproyeksikan mendaratkan astronot di kawasan Kutub Selatan Bulan pada awal 2028. Peristiwa ini akan menjadi pendaratan berawak pertama di Bulan sejak misi Apollo 17 pada 1972.
Meski demikian, pihak NASA belum menentukan pendarat lunar (lunar lander) mana yang akan digunakan dalam misi Artemis IV. Keputusan tersebut masih bergantung pada kemajuan pengembangan masing-masing wahana serta hasil evaluasi dari pelaksanaan misi Artemis III.
Membangun Pangkalan Permanen di Bulan
Misi Artemis tidak hanya berhenti pada pendaratan singkat. NASA berencana membangun pangkalan permanen di Bulan (moon base) melalui serangkaian misi lanjutan, baik yang menggunakan robotik maupun melibatkan awak manusia.
Langkah percepatan ini juga didorong oleh dinamika kompetisi global, di mana Tiongkok turut memiliki target eksplorasi Bulan yang serupa. Sejumlah pejabat militer dan politik Amerika Serikat menilai keberhasilan memimpin perlombaan antariksa era baru ini sangat penting, demi menetapkan norma dan standar perilaku yang bertanggung jawab dalam aktivitas eksplorasi di Bulan. (Space/Z-2)
