Satelit Rusia Terlibat 'Kucing-Kucingan' Berbahaya dengan Satelit Komersial AS
Satelit Rusia Kosmos 2612 bermanuver sangat dekat dengan satelit pengamat Bumi AS, ICEYE-X36.(ICEYE)

SATU unit satelit pengintai milik Rusia dilaporkan melakukan pendekatan yang sangat dekat dan berisiko terhadap satelit komersial milik Amerika Serikat di orbit rendah Bumi (low Earth orbit/LEO). Insiden interaksi luar angkasa yang terjadi pada kurun waktu 15 hingga 19 Oktober ini dinilai sebagai pergerakan yang mengkhawatirkan oleh para pengamat satelit independen.

Satelit mata-mata Rusia bernama Kosmos 2612 bermanuver mendekati ICEYE-X36, sebuah satelit komersial pengamat Bumi berbasis synthetic aperture radar (SAR). Dr. Marco Langbroek, seorang pengamat pergerakan satelit, menggambarkan insiden manuver tidak berizin tersebut sebagai “permainan kucing-kucingan yang mengkhawatirkan di luar angkasa.”

Manuver manuver manuver tak berizin ini menarik perhatian luas di kalangan komunitas antariksa karena dilakukan dalam jarak yang sangat dekat, bahkan pada satu titik diperkirakan hanya berjarak beberapa meter.

Konteks Manuver dan Jarak Terdekat

Aktivitas saling mendekat (rendezvous) di luar angkasa sebenarnya bukan hal asing. Negara-negara besar seperti Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok pernah bermanuver mendekati satelit negara lain. Namun, sebagian besar aktivitas tersebut umumnya terjadi di orbit geostasioner (geostationary orbit/GEO) pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi.

Aksi Kosmos 2612 menuai sorotan tajam karena berlangsung di area LEO, sebuah kawasan orbit yang jarang menjadi panggung pendekatan tanpa izin.

“Mereka telah melakukan beberapa kali,” ungkap Victoria Samson, Direktur Utama Keamanan dan Stabilitas Luar Angkasa di organisasi nirlaba Secure World Foundation.

“Kosmos 2543 mendekat hingga sekitar 30 kilometer dari USA 245 pada Januari 2020, dan kemudian Kosmos 2558 mendekat hingga sekitar 70 kilometer dari USA 326 pada Agustus 2022. Mereka juga melakukan pendekatan berulang kali terhadap 326,” lanjut Samson.

Meski demikian, Kosmos 2612 tercatat mendekat jauh lebih dekat dibandingkan insiden-insiden terdahulu. Perbedaan mendasar lainnya terletak pada objek sasaran: USA 245 dan USA 326 adalah satelit mata-mata rahasia pemerintah AS, sedangkan ICEYE-X36 merupakan satelit komersial milik pihak swasta.

Kaitan dengan Konflik Ukraina

ICEYE-X36 dioperasikan oleh anak perusahaan produsen satelit asal Finlandia yang berbasis di Amerika Serikat. Satelit ini memanfaatkan teknologi radar SAR yang mampu menembus awan serta mengambil citra permukaan Bumi pada siang maupun malam hari.

Satelit-satelit dalam konstelasi ICEYE diketahui menyediakan pasokan data pencitraan kepada Ukraina guna mendukung pemantauan situasi taktis militer. Kemitraan resmi terkait berbagi data ini telah diperkuat melalui kesepakatan tertulis pada Januari lalu.

Keterlibatan tersebut disinyalir menjadi alasan kuat di balik manuver intensif pihak Rusia. Kosmos 2612 diluncurkan pada April bersama lima satelit lainnya. Pada bulan Mei, empat satelit dalam armada tersebut—termasuk Kosmos 2612—melakukan perubahan jalur untuk berada di bidang orbit yang sama (co-planar) dengan ICEYE-X36. Manuver penyesuaian orbit ini memerlukan konsumsi bahan bakar yang tidak sedikit.

Analisis Pakar dan Pentingnya Transparansi

Tujuan pasti dari tindakan Kosmos 2612 mendekati ICEYE-X36 masih menjadi pemicu spekulasi. Ada dugaan Rusia berupaya mengamati kemampuan teknis satelit, mengganggu sensor penginderaan, atau memblokir sinyal komunikasi. Namun, Samson menilai aksi ini lebih kepada unjuk kekuatan militer.

“Saya pikir mereka merasa frustrasi,” ujar Samson mengenai pihak Rusia.

“Mereka berada dalam kondisi jalan buntu, terutama selama enam bulan terakhir atau lebih. Jadi menurut saya ini lebih merupakan masalah menunjukkan kebolehan militer dengan cara yang tidak dapat direspon oleh pihak Ukraina,” tambahnya. “Ukraina sama baiknya, atau bahkan mungkin lebih baik daripada Rusia dalam hal korps drone. Namun untuk urusan luar angkasa, mereka bukanlah tandingan, dan ini hanyalah cara untuk mengingatkan semua orang bahwa memang begitulah kenyataannya.”

Samson menekankan pentingnya keterbukaan dari pemerintah di seluruh dunia mengenai aktivitas objek di ruang angkasa demi menjaga stabilitas dan transparansi global.

“Saya pikir ini menunjukkan pentingnya transparansi, dan berbagi informasi tentang hal-hal semacam ini,” kata Samson. “Sebanyak apa pun Anda menginginkannya, Anda tidak dapat merahasiakan keberadaan satelit, karena orang-orang dapat melihatnya.” (Space/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *