Imbas Truk Tabrak Separator di Cawang, Pramono Instruksikan Tindak Tegas Penyerobot Jalur Trans-Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung(MI/Farhan)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menindak tegas seluruh kendaraan roda empat hingga truk bermuatan berlebih yang nekat menerobos jalur khusus Trans-Jakarta. Keberadaan kendaraan bertonase besar di jalur busway kerap memicu kemacetan panjang serta melumpuhkan operasional transportasi massal ibu kota.

Pasalnya, kendaraan besar yang melintas di jalur khusus bus itu kerap menghambat operasional dan memicu kemacetan panjang.

Pramono mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan langsung mengenai insiden truk muatan besar yang tersangkut di jalur Trans-Jakarta. Ia meminta Dishub DKI memperkuat pengawasan lapangan guna mendukung sterilisasi jalur khusus bus tersebut.

“Saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk truk-truk yang muatannya berlebihan, tidak kemudian memotong jalur busway. Sering kali juga berbenturan dengan JPO dan sebagainya,” kata Pramono di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Menurutnya, penanganan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama antara Dishub dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. “Kalau memang ini diperlukan kolaborasi, saya minta untuk dilakukan. Karena memang tanggung jawab lalu lintas itu adalah tanggung jawab bersama, antara Dinas Perhubungan dengan Kakorlantas,” ujarnya.

Pernyataan Pramono merespons insiden sebuah truk menabrak sparator pembatas Mobile Concrete Barrier (MCB) di kawasan Cawang Ciliwung, pada Senin (19/10). Peristiwa di jam sibuk pagi hari itu berdampak sistemis terhadap keterlambatan armada Trans-Jakarta pada belasan rute utama seperti Koridor 7, Koridor 9, Koridor 10, serta berbagai rute penyangga dari Bekasi, Depok, dan Bogor.

Salah seorang penumpang membagikan pengalamannya saat melintas di jalur tersebut. Tika, 32, bekerja di kawasan Pluit Jakarta Utara. Tika berangkat dari halte Cawang Sentral menggunakan Rute 9. Ia mengatakan, banyak penumpang saat itu panik dan mengeluhkan hal serupa.

“Berangkat jam 8.00 WIB dari Cawang, sampai kantor jam 11.30 WIB. Padahal biasanya cuma satu jam dari Cawang,” jelasnya Senin (19/10).

Kepala Departemen Humas dan CSR Trans-Jakarta Ayu Wardhani mengatakan kecelakaan lalu lintas berupa truk menabrak Mobile Concrete Barrier (MCB) di kawasan Cawang Ciliwung yang menyebabkan kemacetan parah. 

“Trans-Jakarta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan keterlambatan kedatangan bus yang terjadi di jam sibuk senin pagi,” ujarnya. (P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *