Sejarah Baru! SpaceX Akan Coba Penangkapan Ganda Roket Starship
Elon Musk mengumumkan SpaceX akan mencoba menangkap dua bagian roket Starship sekaligus dalam uji terbang mendatang. (SpaceX)

PERUSAHAAN penerbangan antariksa swasta SpaceX bersiap mencetak pencapaian penting dalam sejarah penjelajahan ruang angkasa. Dalam uji terbang megaroket Starship berikutnya yang dijadwalkan bulan depan, SpaceX akan mencoba menangkap kedua tingkatan (stage) roket tersebut secara penuh saat kembali ke Bumi.

Rencana ambisius ini disampaikan langsung oleh pendiri sekaligus CEO SpaceX, Elon Musk, dalam panggilan konferensi pendapatan kuartal ketiga (Q3) perusahaan.

Jika upaya ini berhasil, keberhasilan tersebut akan menjadi momen bersejarah bagi industri antariksa global.

“Ini akan menjadi pertama kalinya sebuah wahana peluncuran orbital berhasil dipulihkan secara penuh,” ujar Musk. “Satu-satunya cara agar kita dapat memperluas kesadaran manusia di luar Bumi secara berkelanjutan adalah dengan wahana peluncuran orbital yang dapat digunakan kembali secara penuh. Jadi, menurut saya ini adalah tonggak sejarah teknologi yang sangat mendalam dalam sejarah peradaban dan kesadaran manusia.”

Starship merupakan roket terbesar dan terkuat yang pernah dibangun, dengan tinggi mencapai lebih dari 122 meter saat terpasang utuh. Kedua tingkatan roket tersebut, pendorong bawah (booster) Super Heavy dan wahana bagian atas (Ship), dirancang agar dapat digunakan kembali secara cepat dan menyeluruh. Langkah efisiensi ini diyakini akan menekan biaya eksplorasi antariksa skala besar, termasuk ambisi pembentukan permukiman di Mars.

Mekanisme Penangkapan Unik

Strategi pemulihan Starship berbeda dari roket Falcon 9 dan Falcon Heavy milik SpaceX yang sebelumnya hanya dapat digunakan kembali sebagian. Biasanya, pendorong Falcon mendarat di landasan darat atau kapal nirawak di lautan. Sementara itu, Super Heavy dan Ship dirancang untuk mengarahkan diri kembali ke menara peluncuran. Di sana, lengan mekanis menara yang dijuluki “chopsticks” akan menangkap roket tersebut di udara.

Mekanisme penangkapan langsung ini memungkinkan SpaceX untuk memeriksa, merawat, dan menerbangkan kembali Starship dengan waktu pengerjaan yang jauh lebih cepat. Strategi ini krusial demi mendukung visi Musk yang menargetkan peluncuran Starship hingga lebih dari 10.000 kali per tahun pada 2030.

Hingga kini, Starship telah menyelesaikan 14 kali uji terbang. SpaceX sukses melakukan penangkapan menara menggunakan chopsticks pada booster Super Heavy sebanyak tiga kali. Namun, perusahaan belum pernah mencoba menangkap Ship, bagian tingkat atas roket yang terbang lebih tinggi, lebih jauh, dan lebih cepat.

Kendati tantangannya lebih besar, Musk optimistis uji penangkapan Ship pada penerbangan ke-15 mendatang memiliki peluang sukses yang tinggi.

“Saya rasa lebih besar kemungkinannya untuk berhasil pada penerbangan berikutnya,” kata Musk. “Jika tidak, kami masih memiliki serangkaian uji coba penerbangan Starship hingga akhir tahun ini, dan akan dipercepat pada tahun depan.”

Catatan Kinerja Keuangan

Uji terbang ke-15 ini menyusul keberhasilan peluncuran ke-14 pada 28 September lalu, saat Ship berhasil mencapai orbit untuk pertama kalinya dan menempatkan 26 satelit Starlink Version 3 ke orbit rendah Bumi.

Rencana peluncuran ini diumumkan bersamaan dengan laporan kinerja keuangan Q3 SpaceX yang mencatatkan pendapatan sebesar US$14,6 miliar, melonjak 161% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagian besar pendapatan tersebut didorong oleh layanan internet satelit Starlink serta sektor kecerdasan buatan (AI). Industri pendukung ini yang menjadi alasan utama SpaceX terus membangun infrastruktur untuk mendukung ribuan peluncuran Starship per tahunnya. (Space/Z-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *