Aspirasi Politik Kaum Kaya Greenwich Jelang Pemilu Sela AS
Ilustrasi.(Magnific)

GREENWICH, Connecticut, telah lama menjadi sinonim bagi satu kata dalam lingkaran politik Amerika Serikat: penggalangan dana (fundraising). Di kota ini, para donor dari Partai Demokrat maupun Republik kerap membuka pintu rumah mewah mereka, mengadakan jamuan saat para kandidat politik berbaur, menikmati hidangan, dan menjawab pertanyaan dari orang-orang yang diharapkan akan mendanai kampanye mereka.

Menjelang pemilu paruh waktu terakhir di era Presiden Trump, suasana di kota yang dikenal sebagai pusat konsentrasi kekayaan 0,01% penduduk AS ini menunjukkan pergeseran menarik. Dari deretan rumah mewah di Greenwich Harbor hingga pusat komersial di Greenwich Avenue, muncul narasi serupa dari kedua belah pihak: politik AS menjadi terlalu ekstrem.

Kerinduan pada Politik Moderat

Para pemimpin kota dan donor di Greenwich menyatakan kekhawatiran bahwa partai-partai politik bergeser terlalu jauh dari garis tengah. Mereka berharap demam populisme akan mereda seiring berakhirnya era Trump. Sentimen ini tercermin dari sosok-sosok yang mereka dukung secara finansial, seperti Senator Republik moderat Susan Collins dari Maine hingga Senator Demokrat John Ossoff dari Georgia.

Bahkan, saking lelahnya dengan retorika partisan yang penuh kebencian, beberapa penduduk memilih untuk menghentikan kontribusi politik mereka sama sekali. Sentimen moderat ini sebenarnya merupakan akar sejarah Greenwich yang dahulu dikenal sebagai benteng konservatisme gaya lama–tempat George HW Bush dibesarkan.

Sejarah politik kota ini mencatat nama Senator Prescott Bush, ayah dari George HW Bush, yang dikenal berani menentang Senator Joseph McCarthy dan ekses kampanye antikomunisnya yang ekstrem. Meskipun Donald Trump pernah tinggal di rumah mewah tepi laut di sini pada tahun 1980-an–properti yang baru-baru ini terjual lebih dari Rp470 miliar (kurs estimasi US$30 juta)–jejak politiknya di kota ini tidak sedalam tradisi moderat Bush.

Kecemasan akan Kesenjangan Kekayaan

Di balik kemewahan propertinya, warga Greenwich mulai merasa cemas terhadap melebarnya jurang kekayaan di Amerika Serikat. Amy Goodfriend, seorang pebisnis terkemuka di Greenwich, mencatat bahwa ketimpangan ekonomi telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Steve Meskers, perwakilan negara bagian dari Partai Demokrat yang mewakili Greenwich di Majelis Umum Connecticut. Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam bahwa tatanan sosial dan politik negara ini mulai terlepas dari ikatannya.

Pertanyaan besar yang membayangi para elite finansial ini ialah apakah pusat politik (political center) Amerika Serikat masih mampu bertahan di tengah tarikan arus ekstremisme yang kian kuat. Bagi para donor di Greenwich, stabilitas dan moderasi kini menjadi komoditas yang lebih berharga daripada sekadar kemenangan partai. (The Wall Street Journal/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *