
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Indonesia pada 22 Oktober hingga 1 November 2026. Fenomena fase bulan purnama pada 26 Oktober dan fase perigee pada 29 Oktober berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Dalam siaran pers Direktorat Meteorologi Maritim BMKG di Jakarta, Rabu (21/10), disebutkan potensi banjir rob dapat terjadi di wilayah pesisir Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.
BMKG menjelaskan potensi banjir pesisir berkaitan dengan pasang maksimum air laut yang dipengaruhi fenomena astronomis tersebut. Namun, waktu kejadian dan durasi banjir rob dapat berbeda di setiap wilayah, bergantung pada kondisi pasang surut setempat.
“Banjir rob secara umum dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Dampak tersebut antara lain mengganggu kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat,” ungkap BMKG.
Di pesisir Sumatra Utara, potensi rob diperkirakan berlangsung pada 23–31 Oktober, meliputi pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Deli Serdang.
Di Sumatra Barat, potensi rob diperkirakan terjadi pada 24–27 Oktober di pesisir Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, dan Pasaman Barat. Perairan Kepulauan Mentawai juga berpotensi terdampak pada periode yang sama.
Sementara itu, di pesisir Lampung, potensi rob diperkirakan berlangsung pada 26–31 Oktober. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi pesisir Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Timur, dan Pesisir Barat.
Di pesisir DKI Jakarta, potensi rob diperkirakan berlangsung pada 25 Oktober hingga 1 November. Wilayah yang berpotensi terdampak mencakup Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, dan Kalibaru.
Ancaman serupa juga perlu diwaspadai di pesisir Jawa Barat. Wilayah Subang, Indramayu, dan Cirebon berpotensi mengalami rob pada 22–26 Oktober. Adapun pesisir Kabupaten Bekasi dan Karawang diperkirakan terdampak pada 25 Oktober hingga 1 November, sedangkan Sukabumi, Garut, Cianjur, Tasikmalaya, dan Pangandaran pada 25–31 Oktober.
Di Jawa Tengah, potensi rob mencakup pesisir Kota Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, dan Jepara pada 22 Oktober. Wilayah Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Pemalang juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai.
Di Jawa Timur, potensi rob diperkirakan terjadi di pesisir Surabaya bagian utara, Benowo, Kalianak, dan Krembangan pada 27–29 Oktober. Sementara itu, pesisir Gresik, Lamongan, dan Tuban berpotensi terdampak pada 26–29 Oktober, serta pesisir Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo pada 27–28 Oktober.
Potensi banjir rob juga meluas ke sejumlah wilayah di Kalimantan. Di Kalimantan Utara, pesisir perairan Tarakan berpotensi terdampak pada 26–30 Oktober. Di Kalimantan Selatan, potensi rob diperkirakan berlangsung pada 29–31 Oktober di pesisir Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, dan Tanah Laut, serta pada 26–31 Oktober di pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu.
Di Kalimantan Tengah, pesisir Kumai, Pantai Lunci, dan Kuala Jelai diperkirakan mengalami potensi rob pada 22–23 Oktober. Adapun di Kalimantan Barat, sebagian kecil bantaran Sungai Kapuas berpotensi terdampak pada 30–31 Oktober.
Di Sulawesi Utara, wilayah yang masuk dalam peringatan meliputi pesisir Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, dan Manado. Potensi rob di wilayah tersebut diperkirakan berlangsung pada 26–30 Oktober.
Sementara itu, di Maluku, potensi rob diperkirakan terjadi di pesisir Ambon pada 28–31 Oktober, Maluku Tengah pada 26–31 Oktober, serta Seram bagian Timur, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, dan Kepulauan Tanimbar pada 27–31 Oktober.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut. Masyarakat juga diminta memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru yang disampaikan melalui laman resmi BMKG, maritim.bmkg.go.id.
Masyarakat dapat menghubungi layanan informasi BMKG melalui call center 021-6546315/18 atau 196 untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
(P-4)
