Peneliti Temukan Jamur Raksasa Seberat 2,2 Kilogram di Tiongkok, Berasal dari Era Dinosaurus
Stromata Dianjunus rex di lapangan. (a, c, d, f) Stromata menempel pada akar inang. (b, e, g, h) Stromata di sekitar tanaman inang. (a) Kolektor. (i) Berat total stroma bilobed terbesar.(Frontiers in Fungal Biology.)

SEBUAH jamur raksasa dengan berat hampir 2,2 kilogram mungkin terdengar seperti spesies yang sudah lama tercatat dalam buku ilmu pengetahuan. Namun, para peneliti justru baru saja mendeskripsikan spesies unik ini yang tumbuh di sekitar akar pohon di wilayah barat daya Tiongkok.

Spesies baru yang dinamai Dianjunus rex ini memunculkan kolom tebal berwarna kuning pucat menembus tanah. Beberapa bagian fisiknya membentuk cabang menyerupai jari-jari tangan, sementara gagang hitam panjang di bagian bawah membuat sebagian besar ukurannya tersembunyi di dalam tanah.

Penemuan ini dipimpin Jing Song dan Zhuyue Yan dari Kunming Institute of Botany. Tim riset mengamati lima sampel koleksi yang diambil dari tiga lokasi di Provinsi Yunnan, Tiongkok. Hasil riset ilmiah ini telah dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Fungal Biology.

Struktur Unik dan Ukuran Raksasa

Kolom kuning pucat dari jamur Dianjunus rex muncul sekitar 20 sentimeter di atas permukaan tanah. Namun, itu hanyalah bagian atasnya. Di bawah tanah, terdapat gagang hitam panjang yang membuat ukuran total jamur ini mencapai 50 sentimeter dari ujung bawah hingga atas.

Seiring bertambahnya usia, kolom tersebut berubah warna menjadi lebih gelap dan ujungnya membentuk cabang menyerupai jari. Kolom ini berfungsi sebagai fruiting body (tubuh buah) yang bertugas memproduksi spora untuk perkembangbiakan.

Sebagian besar kerabat dari jamur ini hanya menghasilkan pertumbuhan kecil, keras, dan gelap pada kayu. Sebaliknya, D. rex memiliki tubuh buah berwarna kuning yang lunak dengan berat maksimum mencapai 2,2 kilogram.

Garis Keturunan dari Era Dinosaurus

Guna menentukan klasifikasi spesies ini, tim peneliti melakukan analisis DNA dengan membandingkan ratusan gen. Hasil analisis menunjukkan perbedaan substansial yang menempatkan jamur ini pada cabang terpisah dalam pohon keluarga jamur.

Perbedaan genetik yang signifikan tersebut mendorong tim peneliti untuk menetapkan famili baru, dengan D. rex sebagai satu-satunya anggota yang diketahui saat ini.

Indunil C. Senanayake, associate professor di Germplasm Bank of Wild Species instansi tersebut, turut membantu mendeskripsikan temuan ini.

“Penemuan ini mengilustrasikan betapa banyaknya keanekaragaman hayati jamur yang masih belum terungkap di hutan-hutan Asia Timur,” kata Senanayake.

Para peneliti memperkirakan famili baru ini terpisah dari kerabat terdekatnya sekitar 65 juta tahun lalu, rentang waktu yang berdekatan dengan peristiwa kepunahan massal yang mengakhiri era dinosaurus.

Meski penanggalan DNA memiliki kisaran jendela waktu antara 50 hingga 80 juta tahun lalu, peneliti menduga hutan yang dipenuhi material tumbuhan mati pascabencana alam masa itu memberikan sumber makanan baru bagi perkembangan famili jamur ini.

Cara Hidup Menjulang Tinggi untuk Menyebar Spora

Tim peneliti menemukan tubuh buah berwarna kuning ini tumbuh pada tanaman yang mati atau sekarat. Namun, D. rex diduga memulai siklus hidupnya di dalam pohon yang sehat tanpa menghasilkan bentuk fisik yang terlihat.

Analisis DNA menunjukkan bahwa jamur ini memiliki sedikit gen pembuat enzim penghancur jaringan tumbuhan. Ciri ini serupa dengan jenis jamur yang hidup berdampingan secara aman di dalam jaringan tanaman hidup. Peneliti menduga D. rex hidup di dalam pohon hidup dan baru memakan sisa-sisa kayu setelah pohon tersebut mati.

Bentuk tubuhnya yang tinggi dan besar juga membutuhkan investasi energi yang besar. “Tubuh buah yang menjulang di atas vegetasi dan serasah di sekitarnya dapat memiliki penyebaran spora yang lebih baik oleh angin di hutan yang lebat,” ujar Senanayake.

“Namun, struktur sekecil dan sebesar itu membutuhkan investasi energi yang substansial, mengindikasikan bahwa strategi ini kemungkinan berevolusi hanya ketika manfaat ekologisnya melebihi biayanya.”

Penemuan D. rex menjadi bukti bahwa masih banyak misteri alam yang tersembunyi di dalam hutan. Catatan Provinsi Yunnan sejauh ini telah mendokumentasikan lebih dari 6.000 spesies jamur, namun estimasi total spesies di kawasan tersebut diperkirakan dapat melebihi 100.000 spesies. (Earth/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *