Kenali Pilihan untuk Beralih dari Kebiasaan Merokok
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

MENGURANGI kebiasaan merokok tidaklah mudah. Namun, kini perokok dewasa memiliki banyak pilihan untuk beralih dan meninggalkan perilaku tersebut, mulai dari terapi pengganti nikotin (Nicotine Replacement Therapy/NRT) seperti patch dan permen karet hingga produk tembakau alternatif. Lalu, apa yang membedakan kedua jenis produk tersebut?

Praktisi kesehatan dr. Jeffrey Ariesta Putra menjelaskan NRT umumnya digunakan untuk berhenti total dan membantu mengatasi gejala putus nikotin tanpa paparan asap hasil pembakaran. Sementara itu, produk tembakau alternatif merupakan pendekatan yang berbeda karena ditujukan bagi perokok dewasa yang belum berhasil berhenti sepenuhnya namun ingin mengurangi paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran.

“Produk tembakau dan nikotin alternatif lebih tepat dilihat dalam konteks pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang belum mampu berhenti sepenuhnya,” kata Jeffrey, dikutip Senin (19/10/2026).

Ia melanjutkan, berhenti merokok tetap menjadi pilihan utama. Namun, bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti sepenuhnya, pendekatan pengurangan risiko melalui produk tembakau alternatif dapat dipertimbangkan karena produk-produk tersebut tidak melibatkan proses pembakaran yang menjadi sumber utama berbagai zat berbahaya dalam asap rokok.

Pilihan ini juga perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tiap perokok dewasa. Faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi tingkat ketergantungan nikotin, jumlah rokok yang dikonsumsi, riwayat percobaan berhenti merokok, kondisi medis, preferensi, serta kesiapan untuk berubah.

Tujuan penggunaan juga perlu dipahami dengan jelas, apakah untuk membantu berhenti merokok sepenuhnya atau sebagai alternatif bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok. Selain itu, perokok dewasa perlu memahami bahwa produk tanpa proses pembakaran (non-combustible) tidak berarti bebas risiko.

“Untuk produk tembakau alternatif, perokok perlu memahami bahwa lebih rendah paparan tidak berarti tanpa risiko. Tujuan yang lebih utama adalah beralih sepenuhnya dari rokok yang dibakar. Namun, produk tembakau alternatif juga dapat digunakan sebagai bagian dari pendekatan harm reduction,” jelasnya.

Dari sisi konsumen, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan mengatakan, semakin beragamnya pilihan memberikan konsumen dewasa lebih banyak alternatif sesuai kebutuhan dan preferensi. Namun, keberagaman tersebut perlu diikuti informasi yang jelas mengenai karakteristik produk, kandungan nikotin, cara penggunaan, serta potensi risikonya.

“Setidaknya konsumen perlu mengetahui jenis dan kandungan produk, cara kerja, dan cara penggunaan, serta aturan penggunaannya. Konsumen juga harus memahami bahwa produk-produk tersebut bukan produk yang bebas risiko,” ucapnya, dikutip Senin (19/10/2026).

Secara umum, produk tembakau alternatif terdiri dari produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan kantong nikotin. Ketiganya memiliki cara penggunaan yang berbeda. Produk tembakau yang dipanaskan menggunakan tembakau yang dipanaskan tanpa proses pembakaran sehingga beda dengan rokok, rokok elektronik menggunakan cairan mengandung nikotin yang dipanaskan untuk menghasilkan aerosol, sedangkan kantong nikotin ditempatkan di antara gusi dan bibir sehingga nikotin diserap melalui jaringan mulut tanpa menghasilkan asap maupun aerosol.

“Dari perspektif perlindungan konsumen, yang paling penting adalah memberikan informasi yang cukup agar konsumen dewasa dapat membuat keputusan secara sadar dan bertanggung jawab, sekaligus memastikan produk tersebut tidak ditujukan kepada anak-anak, remaja, maupun orang yang sebelumnya tidak menggunakan nikotin,” pungkas Paido. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *