
SEBUAH aksi heroik ditunjukkan oleh warga lokal di Wangaratta, Australia. Seorang tukang cukur setempat bersama sejumlah warga lainnya menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian untuk menangkap dan menahan pengemudi mobil yang menabrak Anggota DPR Australia, Helen Haines.
Saksi mata sekaligus pelaku aksi heroik tersebut, Ricky Jefferies, menceritakan detik-detik saat dirinya mengamankan pelaku dari dalam kendaraan. Peristiwa penabrakan itu terjadi tepat di depan unit usahanya.
“Kejadiannya tepat di depan toko saya,” ujar Ricky Jefferies saat memberikan keterangan kepada penyiar nasional ABC.
Ia mengingat kembali momen ketika dirinya memegang dan menarik pria tersebut keluar dari mobil Toyota Landcruiser berwarna putih yang dikendarainya.
“Ketika saya menariknya keluar dari kendaraan, saya menggeledahnya dan menemukan sebilah pisau di dalam saku celananya,” kata Jefferies.
“Saya memintanya duduk di tanah dan polisi tiba dalam hitungan menit. Sejumlah warga lokal yang tak mementingkan diri sendiri ikut campur tangan, mereka semua adalah pahlawan,” tuturnya.
Aksi tanggap dan berani yang ditunjukkan oleh Jefferies beserta warga sekitar mendapat apresiasi langsung dari tingkat tertinggi pemerintahan. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memuji tindakan Jefferies dan menyebutnya sebagai pahlawan dalam wawancara di acara Today milik Channel Nine.
Di sisi lain, kepolisian setempat memberikan pembaruan terkait status terduga pelaku. Pihak kepolisian menyatakan tidak ada petunjuk atau intelijen terbaru yang mengarahkan perhatian medis atau hukum kepada pelaku sebelum insiden ini terjadi.
“Tidak ada intelijen baru-baru ini… yang menempatkannya dalam radar kami,” ungkap pihak kepolisian.
Pria berusia 43 tahun asal Tarrawingee, wilayah yang berjarak sekitar 12 kilometer di sebelah timur Wangaratta, tersebut berhasil ditangkap tak lama setelah insiden berlangsung dan saat ini masih berada dalam penahanan kepolisian.
Plt Inspektur Polisi (Acting Superintendent) Ashley Mason menegaskan kepolisian menangani kasus ini sebagai insiden tunggal yang terisolasi.
“Tidak ada data intelijen yang kami ketahui yang menunjukkan adanya ancaman lebih lanjut atau berlanjut terhadap individu mana pun maupun masyarakat luas,” ujar Mason.
Untuk memperkuat proses penyidikan, Mason mengimbau para saksi mata yang berada di sekitar Murphy St, Wangaratta, pada Senin sekitar pukul 15.35 waktu setempat, serta para pengemudi yang melintas dan memiliki rekaman dashcam, agar segera menghubungi pihak kepolisian.
Insiden ini turut menyisakan rasa guncangan mendalam bagi jajaran kepemimpinan nasional. Dalam wawancara terpisah di ABC News Breakfast, Perdana Menteri Anthony Albanese mengaku merasa terguncang secara pribadi atas peristiwa yang menimpa Helen Haines.
“Saya menyatakannya (merasa terguncang),” jawab Albanese saat ditanya mengenai perasaannya.
“Dan kenyataan bahwa insiden seperti ini dapat terjadi, ada sesuatu yang memang mengguncang kita semua. Ini akan berdampak pada seluruh masyarakat Australia, bukan hanya anggota parlemen,” pungkasnya. (BBC/Z-2)
