
PT Pertamina (Persero) terus melakukan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Bali. Upaya ini mencakup penguatan pasokan, optimalisasi armada dan personel, hingga percepatan penyaluran langsung ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan layanan BBM di Bali kembali normal. Ia memastikan seluruh sumber daya dikerahkan secara efektif, mulai dari proses kedatangan pasokan di terminal hingga pelayanan di tingkat konsumen.
“Saya juga meminta seluruh jajaran di Pertamina untuk terus berada di lapangan, memantau perkembangan, dan segera menindaklanjuti setiap kendala yang ditemukan,” ujar Simon dalam keterangan resminya, Minggu (18/10/2026).
Peningkatan Stok dan Kedatangan Kapal Tanker
Berdasarkan data operasional, pada 16 Oktober 2026, dua kapal pengangkut BBM telah bersandar di Bali dengan total muatan mencapai 20 juta liter Pertalite. Distribusi dilakukan melalui dua titik utama:
- Integrated Terminal Manggis: Menerima 16 juta liter melalui kapal MT Pangkalan Brandan.
- Fuel Terminal Sanggaran: Menerima 4 juta liter melalui kapal MT Asian Rigel.
Simon menambahkan bahwa per 17 Oktober 2026, total stok BBM di Terminal Sanggaran dan Manggis telah ditingkatkan hingga mencapai kisaran 48 juta liter. Jumlah ini diproyeksikan cukup untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat di Pulau Dewata.
Optimalisasi Distribusi dan Layanan 24 Jam
Melalui subholding Pertamina Patra Niaga, perusahaan memperkuat pasokan total sekitar 57,9 juta liter BBM yang tiba secara bertahap pada periode 14–17 Oktober 2026. Untuk memastikan pasokan tersebut sampai ke masyarakat, Pertamina mengoperasikan:
- 108 unit mobil tangki.
- 465 Awak Mobil Tangki (AMT).
- Perluasan layanan operasional SPBU selama 24 jam.
Selain itu, Pertamina juga menyediakan layanan penjualan BBM secara literan sebagai solusi taktis untuk mempercepat pelayanan dan memecah antrean di lapangan.
Koordinasi Lintas Stakeholder
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa pengaturan distribusi dilakukan secara responsif, terutama pada SPBU yang mengalami lonjakan permintaan signifikan.
“Pasokan yang telah tiba kami dorong segera tersalurkan melalui penguatan armada, personel, dan operasional terminal. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait agar kendala distribusi dapat segera ditangani,” jelas Baron.
Langkah pemulihan ini diharapkan dapat segera menstabilkan aktivitas ekonomi dan mendukung sektor pariwisata Bali yang sangat bergantung pada kepastian ketersediaan energi.
