Mengintip Permukaan Komet 67P Secara 3D dalam Foto Astronomi Terbaru NASA
NASA merilis gambar 3D komet 67P/Churyumov-Gerasimenko karya Rosetta. Intip detail permukaan dan keunikan bentuk dua lobusnya di sini.(ESA)

LEMBAGA Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menampilkan citra stereo tiga dimensi (3D) dari Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko melalui kanal Astronomy Picture of the Day (APOD). Tampilan ini memberikan perspektif visual yang lebih mendalam mengenai struktur permukaan komet yang menyerupai bentuk bebek mainan karet.

Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko menjadi salah satu objek antariksa yang paling banyak dipelajari secara mendetail setelah wahana antariksa Rosetta milik Badan Antariksa Eropa (ESA) mengorbit dan menelitinya secara jarak dekat.

Detail Citra Stereo 3D

Citra stereo 3D ini dibuat dengan menggabungkan dua gambar yang diambil dari sudut sedikit berbeda. Penggabungan tersebut menciptakan persepsi kedalaman saat dilihat menggunakan kacamata 3D merah-biru (anaglyph).

Melalui efek 3D tersebut, bentuk komet yang terdiri dari dua lobus terpisah, lobus besar dan lobus kecil yang dihubungkan oleh area leher, terlihat lebih jelas dan nyata. Struktur medan komet yang penuh dengan tebing terjal, kawah, serta hamparan debu halus tampak menonjol secara visual.

Misi Bersejarah Wahana Rosetta

Wahana antariksa Rosetta mengorbit Komet 67P mulai tahun 2014 hingga 2016. Misi ini mencatatkan sejarah sebagai misi pertama yang berhasil mengorbit inti komet dan mendaratkan modul pendarat, Philae, ke permukaannya.

Selama periode operasionalnya, Rosetta mengumpulkan berbagai data penting mengenai komposisi gas, debu, dan struktur fisik komet. Hasil pengamatan tersebut membantu para ilmuwan memahami lebih dalam mengenai pembentukan awal Tata Surya.

Nilai Ilmiah Citra 3D

Penggunaan gambar stereo dalam pemetaan objek antariksa seperti Komet 67P tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik visual, tetapi juga membantu para peneliti dalam menganalisis topografi permukaan komet.

Dengan memetakan ketinggian tebing, rekahan, dan distribusi material di permukaan, para ilmuwan dapat mempelajari proses erosi serta aktivitas pelepasan gas (outgassing) yang terjadi saat komet mendekati Matahari.

Visualisasi ini kembali mengingatkan publik pada keberhasilan misi eksplorasi antariksa dalam mengabadikan detail objek kecil di ruang angkasa secara presisi. (NASA/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *