
KEJUARAAN renang masters tingkat Asia Tenggara, 3rd South East Asia Aquatics (SEAA) Masters Swimming Championships 2026, resmi berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 17 hingga 18 Oktober 2026. Kompetisi ini diikuti hampir 600 perenang yang tergabung dalam 76 klub dari lima negara di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia kembali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah ajang tersebut. Kejuaraan tahun ini menjadi kali kedua Indonesia menyelenggarakan kompetisi renang masters tingkat regional setelah edisi kedua digelar di Bangkok, Thailand, pada tahun lalu.
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E Rahardjo, menyampaikan bahwa jumlah peserta menunjukkan tingginya minat terhadap kejuaraan edisi ketiga. Sebanyak 587 perenang tercatat berpartisipasi, mewakili klub-klub dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.
“Hari ini kita menyelenggarakan event ee The 3rd South East Asia Aquatics Swimming Championship. Jadi ini adalah kejuaraan Master se-Asia Tenggara yang ketiga,” ujar Harlin, Sabtu (17/10/2026).
“Yang kebetulan pertama di Indonesia, kemudian kedua di Bangkok, Thailand tahun lalu. dan juga event ini diikuti hampir 600, jadi sekitar 587 peserta dari klub. Jadi peserta di Master ini antar klub bukan antar negara, jadi klub dari 5 negara ikut serta di sini, dan kali ini ada 76 klub yang ikut serta” tambahnya.
Harlin menjelaskan bahwa kejuaraan renang masters diperuntukkan bagi perenang berusia minimal 25 tahun. Pembagian kategori perlombaan dilakukan berdasarkan kelompok umur dengan interval lima tahun, mulai dari rentang 25 hingga 29 tahun, 30 hingga 34 tahun, dan seterusnya.
“Jadi cukup banyak, alhamdulillah, dan pesertanya yang paling muda 25 tahun, kita batasi yang termuda 25 tahun, sampai tidak terbatas,” kata Harlin.
“Jadi Master ini adalah kejuaraan renang yang memang berlaku untuk segala umur di atas 25 tahun. Dan kelompok umur ini dibagi per 5 tahun. Jadi 25 ke 29, 30 ke 34, dan seterusnya,” sambungnya.
Meski kejuaraan melibatkan klub dari lima negara Asia Tenggara, peserta yang tampil memiliki latar belakang kewarganegaraan yang lebih beragam. Perenang dari Jepang, Australia, Hong Kong, Taiwan, hingga Eropa juga turut berpartisipasi melalui klub-klub yang terdaftar di kawasan Asia Tenggara.
“Jadi sekali lagi saya infokan bahwa pesertanya adalah klub. Jadi kalau dari sisi kewarganegaraan itu lebih dari negara-negara ASEAN,” ucap Harlin.
“Jadi ada peserta juga dari Jepang, ada dari Australia, ada dari Hong Kong, ada dari apa namanya Taiwan, ada juga dari Eropa, tapi mereka itu tergabung dalam klub-klub di ASEAN ini,” lanjutnya.
Kejuaraan ini menghadirkan peserta dengan rentang usia yang lebar, mulai dari perenang berusia 24 tahun yang mendekati batas kategori termuda hingga atlet senior berusia 86 tahun berdasarkan data kelahiran yang dicantumkan panitia.
Ryeza Aaron Naipospos dari klub IMS tercatat sebagai peserta putra termuda, dengan tanggal lahir 23 Oktober 2001. Sementara itu, kategori putri diwakili Azka Fitri Humaira dari komunitas Teman Renang Indonesia, yang lahir pada 18 Desember 2001.
Pada kelompok peserta senior, Rahardjo Djojonegoro dari klub IMS tercatat sebagai peserta putra tertua dengan usia 86 tahun dan tanggal lahir 2 Desember 1940. Adapun peserta putri tertua adalah Kartini Sapardjiman, juga dari klub IMS, yang lahir pada 4 April 1940 dan berusia 86 tahun.
Keikutsertaan perenang dari berbagai kelompok usia memperlihatkan bahwa renang masters tidak semata-mata berorientasi pada persaingan dan pencapaian waktu terbaik. Ajang ini juga menjadi ruang untuk menjaga kebugaran, kesehatan, serta mempererat hubungan antarpeserta.
PB Akuatik Indonesia mengusung semangat Fit, Fun and Friendships dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Melalui kompetisi ini, para perenang diharapkan dapat menjaga kebugaran sekaligus menikmati olahraga dan membangun persahabatan lintas negara maupun generasi.
Berbeda dari kompetisi yang menggunakan kolam sepanjang 50 meter atau long course, 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 menggunakan kolam sepanjang 25 meter atau short course.
Penyelenggaraan kejuaraan ini turut didukung BRI sebagai sponsor utama. Sejumlah perusahaan lain juga memberikan dukungan, yakni PT Cakrawala Langit Sejahtera, PT Freeport Indonesia, BTN, Pertamina, TASPEN, Petromine, Adaro, PT Dire Pratama, Bakrie Pipe Industries, Danone, ISG, dan GMC. (I-3)
