
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (18/10) sore. Guncangan membuat warga dan wisatawan panik hingga berhamburan keluar bangunan untuk menyelamatkan diri.
Gempa terjadi pada pukul 16.00 WITA, dengan pusat gempa dilaporkan berada 60 kilometer timur laut Labuan Bajo dengan kedalaman 10 kilometer. Informasi awal menyebutkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Yohanes Juman, warga Labuan Bajo, mengaku langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan anaknya saat merasakan guncangan gempa.
“Saya harus berlari keluar rumah untuk menyelamatkan anak saya. Saat gempa terjadi, saya khawatir dengan keselamatan anak sehingga langsung berusaha keluar rumah,” ujar Yohanes.
Menurutnya, guncangan yang terjadi secara tiba-tiba dengan guncangan cukup kuat membuat warga harus segera mencari tempat yang lebih aman.
Kepanikan juga dialami Meri, warga Waemata, Labuan Bajo saat gempa mengguncang, Meri sedang memasak di rumahnya. Ia mengaku merasakan guncangan yang cukup kuat.
“Tiba-tiba terasa guncangan yang kuat dan membuat saya panik,” kata Meri.
Guncangan tersebut membuat warga berupaya menyelamatkan diri dengan keluar dari rumah dan bangunan. Sejumlah wisatawan juga dilaporkan berhamburan ke jalan saat merasakan gempa.
Selain mengguncang Labuan Bajo, gempa bumi juga terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Minggu sore.
Gempa di Ruteng tercatat berkekuatan magnitudo 4,1 pada pukul 16.02 WITA, dengan kedalaman lima kilometer. Lokasi gempa dilaporkan berada di utara Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Belum ada laporan mengenai kerusakan rumah akibat kedua kejadian gempa tersebut. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Warga juga diminta berhati-hati apabila menemukan kerusakan bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan. (H-4)
