Pencarian Korban KM Feronia: KRI Pulau Fani-731 Gunakan Sonar Canggih
Pencarian korban KM Veronia yang kecelakaan di Labuan Bajo(MI/Marianus)

MASUK hari keenam operasi pencarian, TNI Angkatan Laut mengoptimalkan deteksi bawah laut menggunakan kapal perang KRI Pulau Fani-731 untuk membantu menemukan Veronica Beatrix Jessica (23). Korban dinyatakan hilang dalam insiden tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (18/10/2026).

KRI Pulau Fani-731 kembali melakukan pendeteksian bawah laut guna mencari kemungkinan keberadaan bangkai kapal maupun korban di dasar perairan. Langkah ini diambil setelah upaya pencarian pada hari-hari sebelumnya belum membuahkan hasil optimal.

Komandan KRI Pulau Fani-731, Letkol Laut (P) Indra Julia Purnomo, menjelaskan bahwa kapal perang tersebut dikerahkan untuk memperkuat tim Basarnas melalui kemampuan deteksi objek di bawah permukaan laut yang presisi.

“Dari pihak KRI Pulau Fani-731 sendiri melaksanakan deteksi bawah laut untuk membantu pencarian. Hasil pendeteksian sebelumnya belum optimal sehingga hari ini kami melaksanakan pendeteksian ulang untuk mencari kemungkinan bangkai kapal atau korban yang berada di dasar laut,” ujar Indra.

Teknologi Sonar dan Tantangan Arus

Dalam operasi ini, KRI Pulau Fani-731 mengandalkan perangkat Sidescan Sonar MK2 7123 MK2. Teknologi ini berfungsi memindai kondisi dasar laut dan mendeteksi objek yang mencurigakan di area pencarian. Perangkat sonar tersebut memiliki kemampuan pemindaian hingga kedalaman sekitar 300 meter.

Meski didukung teknologi canggih, Indra mengakui proses pencarian menghadapi kendala alam yang cukup berat. Arus laut yang sangat kuat serta topografi bawah laut yang kompleks menjadi hambatan utama tim di lapangan.

“Arus di sini sangat kuat dan topografinya juga sangat kompleks. Dari hasil deteksi kemarin, terlihat palung-palung yang cukup dalam. Itu menjadi salah satu kesulitan dalam pelaksanaan pendeteksian bawah laut,” tambahnya.

Terkait durasi pengerahan kapal perang, pihak TNI AL masih terus berkoordinasi dengan Basarnas. Tim KRI Pulau Fani-731 berkomitmen memberikan kontribusi maksimal selama dibutuhkan dalam operasi kemanusiaan ini.

Satu Korban Masih Hilang

Veronica Beatrix Jessica, perempuan asal Jakarta yang bekerja sebagai dive master di Labuan Bajo, menjadi satu-satunya korban yang belum ditemukan. Insiden tenggelamnya KM Feronia, kapal pinisi berukuran GT 51, terjadi pada Selasa (13/10/2026).

Kapal tersebut diketahui mengangkut total 30 orang, yang terdiri dari 25 penumpang dan lima awak kapal. Dari total manifes tersebut, 29 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Operasi SAR gabungan saat ini melibatkan berbagai metode, mulai dari penyisiran permukaan, penyelaman manual, penggunaan drone bawah air (ROV), hingga dukungan teknologi sonar dari KRI Pulau Fani-731. Fokus pencarian tetap berada di sekitar lokasi kejadian dan wilayah-wilayah yang diprediksi menjadi titik keberadaan korban berdasarkan arah arus laut. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *