Trump Tuduh Abdul El-Sayed Anggota Ikhwanul Muslimin tanpa Bukti
Abdul El-Sayed.(The Washington Post)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (15/10) menegaskan bahwa kandidat Senat dari Partai Demokrat asal Michigan, Abdul El-Sayed, merupakan anggota Ikhwanul Muslimin. Pernyataan ini memperkuat serangan sayap kanan yang tidak berdasar terhadap latar belakang Muslim El-Sayed di tengah persaingan politik yang memanas.

Dalam jamuan makan siang di Rose Garden, Trump secara eksplisit menyebut El-Sayed sebagai, “Orang Ikhwanul Muslimin, 100%”. Trump juga memanggil El-Sayed, yang berpotensi menjadi senator Muslim pertama di AS, dengan nama Mohammed El-Sayed.

Tuduhan ini muncul setelah beredarnya kembali cuitan lama dari saudara tiri El-Sayed yang menyebutkan bahwa ibu kandung mereka terlibat dalam aktivisme Ikhwanul Muslimin di Mesir pada tahun 1970-an saat masih kuliah. Namun, El-Sayed dengan tegas membantah memiliki hubungan apa pun dengan organisasi tersebut. Sekadar informasi, pada Januari lalu Ikhwanul Muslimin telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh otoritas terkait.

Kutipan Krusial:

“Saya lahir tahun 1984 di Rochester Hills. Saya dibesarkan di Michigan, kuliah di University of Michigan, membangun kembali departemen kesehatan di kota ini dan Anda ingin bertanya kepada saya tentang apa yang terjadi di Mesir pada tahun 1970-an? Apakah Anda serius?” ujar El-Sayed dalam wawancara dengan NBC.

Latar Belakang dan Bantahan El-Sayed

Abdulrahman Mohamed El-Sayed lahir di Michigan dari orangtua imigran Mesir yang bercerai saat ia berusia tiga tahun. Ibunya pindah dari Michigan dan ia dibesarkan oleh ayahnya, Mohamed, serta ibu tirinya, Jacqueline Johnson.

El-Sayed menegaskan bahwa ia tidak pernah dibesarkan oleh ibu kandungnya. Ia menyebut tuduhan berdasarkan cuitan saudara tirinya sebagai bukti kabar burung yang tidak serius.

El-Sayed menilai bahwa lawan politiknya, mantan Anggota DPR Mike Rogers, menggunakan strategi yang menyerang iman dan identitasnya karena tidak memiliki cara lain untuk menang. Rogers memperkuat klaim tersebut melalui iklan kampanye baru yang menuntut El-Sayed jujur mengenai hubungan keluarganya dengan terorisme.

Retorika yang Meningkat

Serangan terhadap El-Sayed bukan hal baru. Ia menghadapi tuduhan serupa sejak mencalonkan diri sebagai gubernur pada 2018. Kritikus sering mengutip opini yang ia tulis pada 2011 di HuffPost yang mendukung pengunjuk rasa anti-pemerintah di Mesir serta surat tahun 2012 yang membela Presiden Mohamed Morsi.

Trump, yang sering dituduh menggunakan retorika Islamofobia, terus meningkatkan serangannya dengan menyebut El-Sayed sebagai ekstremis radikal dan simpatisan teroris. Dalam salah satu unggahannya, Trump bahkan membandingkan foto dirinya dan Melania dengan foto El-Sayed dan istrinya yang berhijab, dengan keterangan, “Dua Amerika yang SANGAT BERBEDA”. (Forbes/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *