Langit Jambi Mencekam, Udara Berbahaya, ASN Rentan Diizinkan WFH
Penampakan kabut asap menyelimuti pekat wilayah Kota Jambi semenjak sebulan terakhir hingga Sabtu (17/10/2026).(MI/Solmi)

PENAMPAKAN langit di Kota Jambi, sepanjang Sabtu pagi (17/10), terlihat masih mencekam dan menggelap akibat tutupan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semenjak beberapa hari belakang.

Tidak hanya itu, terdampak polutan kabut asap ikut membuat kualitas udara di Kota Jambi dan beberapa kabupaten lain di Jambi, pada Sabtu pagi, pukul 09.00 WIB terdeteksi di level berbahaya untuk kesehatan manusia.

Seperti di Kota Jambi, alat pemantau ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) yang terpasang di Kecamatan Kotabaru, dekat Kantor Wali Kota Jambi, menunjukkan angka 362, berlatar warna hitam pekat. Dengan polutan PM2.5 di angka 362 dan PM10 di angka 192.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Muarojambi. Berdasarkan alat pemantau ISPU yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup, ISPU di Kabupaten Muarojambi jauh lebih besar, berfluktuasi menembus angka 674. Dengan PM2.5 dan PM10 di atas 400.

Untuk melindungi warga, selain menerapkan pembelajaran jarak jauh di semua jenjang pendidikan, Wali Kota Jambi Maulana dan Bupati Kabupaten Muarojambi Bambang Bayu Suseno, mengeluarkan kebijakan kepada para aparatur sipil negara (ASN) yang tergolong rentan, seperti ASN yang hamil, untuk bekerja dari rumah saja.

Menurut Sekretaris Daerah Kota Jambi Ridwan, kebijakan tersebut diambil lantaran sudah belasan ribu warga Kota Jambi terpapar ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) akibat dampak kabut asap karhutla. 

Kelonggaran tersebut dilakukan untuk melindungi ASN rentan, ketika ISPU di Kota Jambi terpantau tidak sehat dan berbahaya. Saat bekerja dari rumah atau work from home (WFH), ASN bersangkutan tetap melaksanakan tugas sebagai pelayan negara.

Sementara menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, diduga kuat akibat dampak buruk kabut asap karhutla, hampir 11.800 orang warga terjangkit ISPA. Selain itu, sebanyak sekitar 1.400 warga diserang diare dan 500 orang lebih menderita radang mata.

Kualitas udara berbahaya juga terdeteksi di Kabupaten Tanjungjabung Timur di wilayah pesisir timur Jambi, dan Kabupaten Tebo dekat belahan Barat Provinsi Jambi. Sepanjang Sabtu pagi menjelang siang, ISPU di kedua daerah tersebut, berurutan masing-masing bertenggger di angka 486 dan 333.(SL/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *