Ingin Pesan Tesla Roadster 2028, Berapa Deposit yang Perlu Disiapkan?
Roadster.(Tesla)

TESLA akhirnya memamerkan generasi terbaru Roadster pada Kamis malam, 15 Oktober 2026, di lokasi pengujian SpaceX di McGregor, Texas. Kehadiran unit ini terpaut hampir satu dekade sejak prototipe pertamanya muncul pada 2017.

Elon Musk mengeklaim beberapa versi Roadster akan mampu mencapai kecepatan 60 mph dalam waktu kurang dari satu detik dengan kecepatan puncak di atas 230 mph. iNI berkat bantuan pendorong yang dikembangkan bersama SpaceX.

Namun, tantangan utamanya terletak pada jadwal produksi. Tesla menyatakan produksi baru akan dimulai pada 2028–delapan tahun lebih lambat dari janji awal pengiriman pada 2020. Meski belum merilis harga jual resmi, Tesla membuka laman reservasi dengan biaya deposit sebesar US$50.000 (sekitar Rp785 juta) untuk versi Performance dan US$250.000 (sekitar Rp3,9 miliar) untuk versi Thrust. Sementara itu, versi Rocket dengan kursi tunggal hanya tersedia melalui undangan khusus.

Mobil Halo dengan Kontribusi Pendapatan Kecil

Analis Morningstar, Seth Goldstein, memperkirakan Tesla hanya akan menjual sekitar 2.000 unit Roadster per tahun dan menyebutnya sebagai halo car baru bagi perusahaan. Musk sendiri pada tahun 2023 sempat menyebut proyek ini sebagai situasi small potato atau proyek skala kecil bagi bisnis Tesla secara keseluruhan.

Jika dihitung secara optimistis, penjualan 2.000 unit dengan harga deposit versi Thrust sebesar US$250.000 hanya akan menghasilkan US$500 juta per tahun. Mengingat pendapatan otomotif Tesla mencapai US$69,53 miliar pada tahun 2025, kontribusi Roadster hanya sekitar 0,7%. Angka ini secara finansial dianggap tidak signifikan bagi neraca perusahaan.

Lini otomotif Tesla sendiri mengalami penurunan pada 2024 dan 2025 sebelum kembali tumbuh pada paruh pertama 2026. Pendapatan turun dari US$82,42 miliar pada 2023 menjadi US$77,07 miliar pada 2024, dan merosot lagi ke US$69,53 miliar pada 2025 alias penurunan total 16% dalam dua tahun.

Meskipun pengiriman kuartal ketiga sebanyak 486.532 unit berhasil melampaui estimasi, angka tersebut masih turun sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan pemulihan bisnis belum sepenuhnya stabil. Kehadiran supercar pada 2028 diprediksi tidak akan mengubah peta pemulihan ini secara drastis.

Valuasi Saham Tesla bukan Berdasarkan Mobil

Saat ini, saham Tesla diperdagangkan pada rasio 186x next-12-month normalized earnings, sekitar 73% di atas rata-rata lima tahun yang sebesar 108x. Kelipatan ini sempat menyentuh titik terendah di kisaran 20x pada awal 2023 dan memuncak di 243x pada pergantian tahun ini.

Membayar harga setinggi itu untuk bisnis otomotif yang baru saja kembali tumbuh hanya masuk akal jika investor membeli potensi lain. Panduan terbaru Tesla menyebutkan belanja modal (CapEx) lebih dari US$25 miliar tahun ini, yang mencakup infrastruktur AI, ekspansi manufaktur, aset berbasis AI, serta jaringan ritel dan pengisian daya.

Valuasi tinggi tersebut mencerminkan ekspektasi pasar terhadap teknologi otonom dan robotika. Demonstrasi pendorong SpaceX pada Roadster memang memukau, tetapi hal itu tidak menjawab perdebatan fundamental mengenai masa depan teknologi otonom Tesla.

Kesimpulan untuk Pemegang Saham

Roadster lebih merupakan ajang pemasaran dengan skema deposit di awal. Bagi pemegang saham, angka yang lebih krusial akan terlihat dalam laporan kuartal ketiga yang dijadwalkan pada 21 Oktober: apakah pertumbuhan pendapatan otomotif tetap terjaga dan apakah margin perusahaan mampu bertahan di tengah lonjakan belanja modal. Pada valuasi 186x forward earnings, saham Tesla memiliki ruang gerak yang sangat sempit jika pemulihan bisnis melambat, terlepas dari ada atau tidaknya mobil yang bisa terbang. (Yahoo/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *