
KELOMPOK senator lintas partai (bipartisan) pada Kamis (15/10) menuntut penyelidikan segera terhadap gangguan sistem komunikasi satelit dan berbagi intelijen di Ukraina. Mereka memperingatkan bahwa gangguan tersebut melemahkan pertahanan Ukraina terhadap serangan Rusia serta membahayakan personel militer dan diplomatik Amerika Serikat.
Dalam surat yang ditujukan kepada Pentagon, para legislator yang dipimpin oleh Senator Jeanne Shaheen dari New Hampshire mendesak Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan untuk menentukan apakah pemerintahan Trump atau kontraktornya bertanggung jawab atas gangguan tersebut. Fokus utama penyelidikan ialah pembatasan sementara pada program satelit Starshield yang didanai Pentagon.
Ancaman terhadap Keamanan Personel AS
Starshield merupakan versi militer dari sistem Starlink milik SpaceX, yang digunakan secara krusial oleh pejabat militer Ukraina untuk mendeteksi dan mencegat rudal serta drone Rusia. Para senator menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan bahwa personel diplomatik dan keamanan AS tidak dapat mencapai bunker tepat waktu selama serangan udara Rusia akibat terganggunya sistem peringatan dini.
“Kami sangat khawatir dengan insiden saat personel diplomatik, militer, dan keamanan AS tidak dapat mencapai bunker yang ditentukan selama serangan udara Rusia, di tengah laporan gangguan pada kemampuan berbagi intelijen dan peringatan dini,” tulis para senator dalam surat tersebut.
Surat ini ditandatangani oleh sejumlah tokoh penting dari kedua partai, termasuk:
- Republik: Thom Tillis (North Carolina), Susan Collins (Maine), Lisa Murkowski (Alaska), dan John Cornyn (Texas).
- Demokrat: Jack Reed (Rhode Island), Richard J. Durbin (Illinois), Chris Coons (Delaware), dan Richard Blumenthal (Connecticut).
Kekecewaan Pihak Ukraina
Pejabat militer Ukraina melaporkan bahwa mereka kehilangan akses kritis ke layanan tersebut pada Rabu tanpa peringatan sebelumnya. Seorang pejabat AS di Ukraina mengungkapkan bahwa otoritas Ukraina merasa sangat frustrasi dengan pembatasan mendadak ini, yang mengganggu operasional drone dan pesawat yang digunakan untuk pertahanan udara.
Meskipun pejabat tersebut menekankan belum ada bukti bahwa masalah berbagi intelijen merupakan keputusan sengaja untuk menahan informasi, kombinasi antara peringatan dini yang tidak andal dan pembatasan jaringan komunikasi satelit menciptakan lingkungan yang sangat berbahaya bagi warga Amerika di sana.
Audit Kontrak SpaceX dan Pentagon
Penyelidikan ini juga bertujuan memastikan apakah SpaceX bertindak sendiri dalam memberlakukan pembatasan tersebut dan apakah tindakan itu melanggar kewajiban kontraktual. Mengingat Starshield dikelola melalui kontrak dengan Angkatan Ruang Angkasa AS (US Space Force), para senator mempertanyakan pengawasan Departemen Pertahanan terhadap kontinuitas layanan esensial ini.
- Investigasi apakah pejabat Pentagon menyetujui atau mengetahui perubahan layanan sebelumnya.
- Pelestarian catatan komunikasi dan kontrak antara Pentagon, SpaceX, dan lembaga terkait.
- Pemberian pengarahan awal kepada komite terkait paling lambat 1 November 2026.
“Kemungkinan bahwa personel Amerika terancam oleh gangguan yang dapat dicegah, koordinasi yang tidak memadai, atau keputusan yang dibuat oleh pemerintah mereka sendiri menuntut pengawasan dan akuntabilitas segera,” tegas kelompok senator tersebut. (New York Times/I-2)
