
DUTA Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, menegaskan komitmen penuh pemerintahnya dalam menjamin keamanan seluruh warga negara, pengunjung, hingga jamaah umrah. Pernyataan ini disampaikan guna merespons situasi terkini terkait dinamika keamanan di kawasan.
“Kerajaan Arab Saudi tentu akan mengambil tindakan-tindakan yang semestinya dalam rangka mengamankan warga Arab Saudi, para pengunjung, dan juga jamaah umrah,” ujar Faisal dalam konferensi pers yang digelar di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, pada Jumat (16/10) malam.
Meski menegaskan langkah pengamanan ketat, Faisal menggarisbawahi bahwa Kerajaan Saudi tetap memprioritaskan komitmen terhadap perdamaian. Ia memastikan bahwa kondisi internal di Arab Saudi saat ini tetap kondusif, stabil, dan aman bagi siapa pun yang berkunjung, meskipun terdapat serangkaian serangan dari kelompok Houthi yang diarahkan ke wilayah Kerajaan.
Berdasarkan hukum internasional, Faisal menekankan bahwa Arab Saudi memiliki hak penuh untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Hal ini mencakup perlindungan menyeluruh bagi warga negara asli maupun ekspatriat yang menetap di sana.
Upaya Solusi Politik dan Tantangan Perdamaian
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Faisal juga memaparkan rekam jejak upaya perdamaian yang telah ditempuh Saudi sejak pecahnya konflik di Yaman pada tahun 2014. Berikut adalah poin-poin utama terkait posisi Arab Saudi dalam konflik tersebut:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Awal Konflik | Kudeta milisi Houthi terhadap pemerintah sah Yaman pada 2014. |
| Upaya Diplomatik | Mendorong solusi politik komprehensif bersama PBB dan pihak terkait di Yaman. |
| Sikap Houthi | Menolak upaya damai dan lebih memilih eskalasi militer secara terus-menerus. |
| Dukungan Koalisi | Mendukung legitimasi pemerintah Yaman untuk memulihkan stabilitas negara. |
Faisal menyayangkan sikap milisi Houthi yang dinilai terus menghalangi pencapaian solusi politik yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa melalui Koalisi Internasional, Arab Saudi akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Yaman yang sah guna memperkuat kemampuan negara tersebut dalam menjaga keamanan dan stabilitas nasionalnya. (Ant/Z-1)
