
KABUT asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang menyebar ke sejumlah negara Asia Tenggara mendorong Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) mengaktifkan status siaga Level 3, tingkat tertinggi dalam sistem peringatan kabut asap regional. Kondisi itu telah mengganggu aktivitas masyarakat dan memicu kekhawatiran terhadap kesehatan di sejumlah negara.
Dikutip dari AFP, ASMC mengumumkan aktivasi status tersebut melalui pemberitahuan di situs resminya pada Jumat (16/10). Peringatan Level 3 dikeluarkan ketika risiko kabut asap lintas negara yang parah di kawasan meningkat.
Status tersebut berlaku apabila kabut asap dengan kepadatan sedang hingga tebal meluas dan terpantau selama sedikitnya dua hari berturut-turut. Sepanjang tahun ini, ASMC telah mengeluarkan dua peringatan Level 3.
Dampak kabut asap terlihat dari memburuknya kualitas udara di sejumlah kota. Berdasarkan pemantauan IQAir pada Sabtu (17/10), Singapura menempati peringkat kedua kota besar paling tercemar di dunia, di bawah Baghdad, Irak. Kuala Lumpur, Malaysia, berada di posisi ketiga. Kualitas udara di kedua kota itu masuk kategori sangat berbahaya.
Di Indonesia, pemerintah berupaya mengurangi dampak kabut asap, salah satunya dengan menyebarkan es kering menggunakan pesawat di salah satu bandara utama di Sumatra Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebanyak 2,4 ton es kering telah disebarkan dalam upaya tersebut.
BNPB memperingatkan kabut asap tidak hanya mengurangi jarak pandang dan mengganggu operasional penerbangan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
Kondisi serupa terjadi di Dili, Timor Leste. Kualitas udara di ibu kota negara tersebut masih berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan pemantauan IQAir pada Sabtu. Otoritas setempat memperingatkan kondisi dapat memburuk hingga memutuskan menutup sekolah.
Sementara itu, Singapura pada Jumat menyatakan akan mengeluarkan peringatan kepada tujuh perusahaan di Indonesia yang diidentifikasi bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.
Persoalan kabut asap lintas negara itu juga akan menjadi pembahasan dalam rangkaian pertemuan ASEAN menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada November di Manila, Filipina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina untuk urusan ASEAN, Dominic Xavier Imperial, menyampaikan rencana pembahasan tersebut pada Jumat. (E-4)
