Siapkan Strategi Penguatan Ekonomi Kreatif Kota Malang
Ilustrasi(Dok Istimewa )

GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menyiapkan strategi untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang, Jawa Timur, melalui kolaborasi lintas sektor dan pengembangan potensi daerah. Upaya tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gekrafs Kota Malang periode 2026–2029, Kamis (15/10).

Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong potensi ekonomi kreatif daerah agar semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam pelantikan tersebut, Reynaldi Angga Sazali ditetapkan sebagai Ketua DPC GEKRAFS Kota Malang periode 2026–2029. Ia akan memimpin jajaran pengurus yang mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari organisasi dan kelembagaan, kerja sama media dan pemasaran, pengembangan talenta, transformasi digital, pembiayaan inovatif, hingga riset dan pelestarian budaya tradisi Nusantara.

Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menegaskan, pengurus daerah harus mampu menerjemahkan semangat ekonomi kreatif ke dalam program yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu langkah yang akan didorong DPP Gekrafs adalah mewajibkan setiap DPC memiliki desa binaan.

“Saya titip, apalagi didampingi ketum dan sekretaris HIPMI, mohon digerakkan,” ujar Kawendra dalam sambutannya.

Ia mengatakan, rencana tersebut akan disampaikan dalam momentum Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) pada 24 Oktober 2026 mendatang. DPP Gekrafs akan mendorong setiap DPC mengambil peran lebih aktif dalam mendampingi masyarakat mengembangkan potensi ekonomi di wilayah masing-masing.

“Saya titip juga di sini dan saya akan sampaikan ketika Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober mendatang, bahwa kita akan mengeluarkan instruksi dari pusat, setiap DPC wajib memiliki desa binaan masing-masing,” katanya.

Menurut Kawendra, pendampingan desa binaan harus diarahkan pada hasil yang konkret. Potensi yang dimiliki masyarakat perlu dikembangkan secara bertahap hingga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan peluang untuk dipasarkan.

“Dibina supaya konkret bagaimana dia bisa mendorong potensinya hingga punya produk yang dihasilkan,” lanjutnya.

Arahan tersebut menjadi salah satu fokus penting bagi kepengurusan Gekrafs di daerah. Melalui desa binaan, organisasi diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali potensi unggulan wilayahnya, mengembangkan keterampilan, serta menghasilkan produk kreatif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Ketua DPW Gekrafs Jawa Timur, Rian Septrianto Maulana atau Cak Ryan, turut menekankan pentingnya kerja sama antara pengurus wilayah dan cabang dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar berbagai potensi daerah dapat dikelola dengan baik dan membuka lebih banyak kesempatan bagi pelaku kreatif.

“Kami berharap DPC Gekrafs Kota Malang dapat menjalankan program-program yang konkret, merangkul para pelaku kreatif, serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar ekonomi kreatif semakin berkembang,” ujar Cak Ryan.

Sementara itu, Ketua DPC Gekrafs Kota Malang Reynaldi Angga Sazali diharapkan dapat membawa organisasi semakin dekat dengan para pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan masyarakat. Kepengurusan baru ini menjadi kesempatan untuk memperluas ruang kolaborasi sekaligus mendorong lahirnya karya dan produk kreatif yang memiliki daya saing.

“Dengan amanah ini, kami siap bekerja bersama seluruh jajaran pengurus untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kota Malang,” ungkap Reynaldi. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *