
SESEORANG yang tetap bekerja, terlihat produktif, bahkan sering tersenyum, belum tentu terbebas dari masalah kesehatan mental. Hal tersebut ditegaskan oleh psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, S.Psi, M.Psi.
Efnie menjelaskan bahwa tekanan psikologis yang berat sering kali tersembunyi di balik rutinitas harian yang tampak normal.
“Masalah kesehatan mental tidak selalu terlihat dalam bentuk menangis, bersedih, atau menarik diri. Ada individu yang tetap bekerja, tersenyum, bahkan terlihat sangat produktif, tetapi sebenarnya sedang mengalami tekanan psikologis yang cukup berat,” ujar Efnie di Jakarta, Sabtu.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha ini menekankan pentingnya melihat lebih dalam melampaui penampilan fisik. Menurutnya, masyarakat perlu mengenali apakah seseorang masih mampu menjalani kehidupannya dengan baik secara emosional, kognitif, sosial, dan fisik.
Perspektif Bio-Neuropsikologi
Dalam kacamata bio-neuropsikologi, perubahan kondisi mental seseorang dapat diidentifikasi melalui empat domain utama. Berikut adalah rincian tanda-tanda perubahan tersebut:
| Domain Perubahan | Tanda-Tanda yang Muncul |
|---|---|
| Emosional | Lebih sensitif, mudah tersinggung, cemas berlebihan, sering menangis, merasa hampa, atau kehilangan minat pada hobi. |
| Kognitif | Sulit berkonsentrasi, mudah lupa, sulit mengambil keputusan, pikiran terasa penuh, atau pola pikir negatif berulang. |
| Perilaku | Menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan motivasi, perubahan produktivitas, atau bertindak di luar kebiasaan. |
| Fisiologis | Gangguan tidur, perubahan nafsu makan, kelelahan kronis, sakit kepala, hingga ketegangan otot. |
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Efnie, yang juga tergabung dalam Asosiasi Neuropsikologi Indonesia – Himpunan Psikologi Indonesia, mengingatkan bahwa munculnya satu atau dua tanda di atas tidak serta-merta menunjukkan gangguan mental tertentu. Poin utamanya adalah pada signifikansi perubahan tersebut.
“Yang perlu diperhatikan keluarga adalah perubahan yang cukup signifikan dari kondisi biasanya, berlangsung menerus, atau mulai mengganggu fungsi kehidupannya,” tuturnya.
Ia menyarankan agar individu segera mendapatkan evaluasi profesional jika perubahan tersebut menetap selama dua minggu atau lebih. Namun, jika ditemukan tanda bahaya (red flags) yang ekstrem, bantuan harus segera dicari tanpa menunggu waktu dua pekan.
Segera akses pelayanan kesehatan mental jika individu menunjukkan keinginan menyakiti diri sendiri, mengalami keputusasaan ekstrem, atau mulai berbicara tentang mengakhiri hidup.
Keluarga dan orang terdekat memegang peranan krusial untuk mendampingi dan memfasilitasi akses ke layanan profesional guna mencegah kondisi yang lebih berat. (Ant/Z-1)
