BBM belum Normal, Sekolah di Badung Berlakukan Belajar Daring Tiga Hari
Kedatangan kendaraan Pertamina pengangkut BBM disambut riuh masyarakat di Perumahan Dalung Permai.(MI/Ruta Suryana)

PEMERINTAH Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga mengeluarkan kebijakan tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran bagi satuan Pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), SD (Sekolah Dasar) dan SMP secara daring (dalam jaringan). Kebijakan ini sebagai langkah penyesuaian akibat masih terjadinya kendala ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).     

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana dalam suratnya bertanggal 14 Oktober 2026 menyampaikan pelaksanaan pembelajaran secara daring ini bersifat sementara yang diberlakukan selama tiga hari terhitung mulai Kamis (15/10) hingga Sabtu (17/10). 

“Kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Badung dilaksanakan secara daring mulai tanggal 15 Oktober 2026 sampai dengan 17 Oktober 2026, dengan memanfaatkan platform pembelajaran yang tersedia dan/atau sarana komunikasi pembelajaran yang dapat dijangkau peserta didik,” ujar Dwipayana.

Dwipayana juga menekankan, jika pembelajaran daring tidak dapat dilaksanakan secara efektif karena keterbatasan akses atau kondisi tertentu, kepala satuan pendidikan diminta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga untuk menetapkan alternatif pembelajaran yang sesuai dan tidak merugikan peserta didik.

Sedangkan kegiatan administrasi dan tugas kedinasan yang dapat dilaksanakan dari rumah bisa dilakukan melalui skema bekerja dari rumah (work from home/WFH), dengan tetap memastikan pelaksanaan tugas, koordinasi, dan pencapaian target kinerja.

Sementara itu dari pantauan di lapangan, kondisi ketersediaan BBM di SPBU di wilayah Kabupaten Badung masih belum normal. Antrean mengular masih berlangsung hingga petang Rabu (14/10) ini. Seperti di SPBU di Perumahan Dalung Permai antrean kendaraan roda dua terlihat sepanjang  dua kilometer lebih yang mengikuti alur ruas jalan sejumlah tikungan atau simpang tiga ingga simpang empat.

“Saya tadi antre sekitar tiga jam,” ujar Made Arya, yang baru keluar dari SPBU setelah kendaraannya terisi penuh BBM. (RS/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *