
KEHADIRAN iPhone Duo, ponsel lipat pertama dari Apple, memicu perdebatan panas di industri teknologi bahkan sebelum resmi dirilis. Meskipun diprediksi akan menjadi ponsel lipat terlaris di dunia, kritik tajam datang dari Carl Pei, CEO Nothing sekaligus pendiri OnePlus. Ia secara terang-terangan menyebut perangkat premium ini sebagai “pemborosan uang”.
Di sisi lain, antusiasme pasar yang masif justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Munculnya fenomena pre-order bots atau bot pemesanan otomatis kini mengancam keamanan data pribadi dan finansial para calon pembeli yang tidak sabar memiliki perangkat ini.
Kritik Carl Pei: “Membayar Lebih untuk Fitur Lebih Sedikit”
Melalui sebuah unggahan video di YouTube, Carl Pei menyoroti ketimpangan antara harga dan spesifikasi yang ditawarkan iPhone Duo. Dengan label harga mencapai US$2.000 (sekitar Rp31,4 juta), Pei menilai perangkat ini kehilangan fitur-fitur inti yang seharusnya ada pada iPhone kelas atas.
Beberapa poin utama yang dikritik oleh Pei meliputi:
- Absennya Kamera Telefoto: Berbeda dengan model Pro, iPhone Duo tidak dilengkapi lensa zoom optik khusus.
- Ketiadaan Face ID: Fitur keamanan biometrik wajah yang menjadi standar Apple dilaporkan tidak hadir di model ini.
- Kamera Selfie yang Inferior: Kualitas kamera depan diklaim lebih rendah dibandingkan iPhone 18 Pro.
“Harganya US$2.000, lebih mahal dari iPhone Pro namun dengan fitur yang lebih sedikit. Jadi, Anda membayar lebih mahal untuk mendapatkan sesuatu yang lebih sedikit,” ujar Pei dalam videonya. Ia juga menambahkan bahwa daya tarik utama ponsel ini hanyalah pada animasi lipatannya, yang menurutnya hanyalah “sekadar animasi” dan bukan alasan fungsional untuk membeli ponsel.
Meskipun dikritik, iPhone Duo tetap memiliki keunggulan layar ekstra yang tidak dimiliki model Pro manapun. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan performa kamera dan keamanan Face ID, kritik Pei memiliki dasar yang kuat.
Bahaya Bot Pre-Order dan Penipuan
Tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan pasokan—yang kabarnya terkendala masalah engsel (hinge constraints)—mendorong munculnya bot pre-order. Bot ini menjanjikan kemudahan untuk mengamankan unit di hari pertama, bahkan bagi para reseller yang ingin memborong stok.
Namun, pakar keamanan memperingatkan risiko besar di balik penggunaan alat pihak ketiga ini. Francis Fong Po-kiu dari Hong Kong Information Technology Federation menegaskan bahwa biaya yang harus dibayar pengguna bot sangat tinggi, bukan hanya biaya langganan bot, tetapi juga risiko pencurian data kartu kredit.
| Risiko Penggunaan Bot | Dampak bagi Pengguna |
|---|---|
| Pencurian Data Finansial | Informasi kartu kredit dapat disalahgunakan oleh pengembang bot. |
| Malware | Aplikasi bot mungkin mengandung virus yang mengakses data sensitif di perangkat. |
| Halaman Pre-Order Palsu | Uang terbayar namun unit tidak pernah dikirimkan. |
Cara Aman Memesan iPhone Duo
Bagi Anda yang tetap ingin meminang iPhone Duo meskipun ada kritik mengenai harganya, sangat disarankan untuk mengikuti jalur resmi. Pre-order dijadwalkan akan dibuka pada Jumat, 16 Oktober 2026 (berdasarkan zona waktu global).
Berikut adalah langkah-langkah aman untuk mendapatkan unit tanpa risiko penipuan:
- Gunakan Fitur ‘Get Ready’: Apple menyediakan fitur ini agar calon pembeli bisa memasukkan detail pembayaran dan pengiriman lebih awal di aplikasi Apple Store.
- Pesan Langsung dari Retailer Resmi: Hindari situs pihak ketiga yang tidak dikenal atau iklan di media sosial yang menjanjikan stok instan.
- Waspadai Harga Tidak Wajar: Jika ada yang menawarkan harga jauh di bawah harga resmi US$2.000, hampir dipastikan itu adalah penipuan.
Pada akhirnya, apakah iPhone Duo layak dibeli atau sekadar “buang-buang uang” seperti kata Carl Pei, sangat bergantung pada prioritas pengguna. Jika Anda menginginkan inovasi layar lipat dalam ekosistem iOS, iPhone Duo adalah satu-satunya pilihan. Namun, jika spesifikasi kamera dan nilai ekonomis adalah prioritas, model iPhone 18 Pro mungkin tetap menjadi pilihan yang lebih bijak. (TechRadar/Z-10)
