Berdasarkan pembaruan per Rabu (14/10), Super League Indonesia menempati peringkat kesembilan di kawasan Asia Timur (East Region). Indonesia berhasil menggeser Kamboja dengan selisih poin yang tipis, sekaligus membuka peluang untuk memperbaiki posisi dalam persaingan memperebutkan jatah tampil di kompetisi antarklub Asia.
Kemenangan Persib pada matchday kedua AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 turut menyumbangkan 3.450 poin bagi Indonesia pada musim ini. Tambahan tersebut menjadi modal berharga bagi sepak bola nasional untuk terus meningkatkan daya saing di level kontinental.
Bagi Persib, kemenangan ini tentu penting dalam perjalanan mereka di ACL Two. Namun, dampaknya jauh lebih luas karena setiap hasil positif klub Indonesia di kompetisi AFC turut berkontribusi terhadap perolehan poin nasional. Artinya, perjuangan Maung Bandung juga membawa kepentingan bagi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Persaingan di AFC
Pemeringkatan liga-liga Asia bukan sekadar soal gengsi atau posisi di tabel. Ranking AFC menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan alokasi slot bagi setiap negara untuk mengirimkan klub ke tiga kompetisi antarklub Asia, yakni AFC Champions League Elite (ACL Elite), AFC Champions League Two (ACL Two), dan AFC Challenge League (ACGL).
Semakin baik posisi sebuah liga dalam pemeringkatan AFC, semakin besar peluang negara tersebut memperoleh alokasi yang menguntungkan untuk mengirimkan wakilnya ke kompetisi kontinental. Karena itu, setiap kemenangan klub Indonesia di panggung Asia memiliki arti strategis, terutama dalam persaingan dengan liga-liga lain di kawasan Timur.
Posisi kesembilan yang kini ditempati Super League menjadi perkembangan positif dibandingkan pencapaian sebelumnya. Meski demikian, persaingan masih berlangsung dan posisi Indonesia tetap berpotensi berubah seiring hasil pertandingan klub-klub peserta kompetisi AFC.
Dari Peringkat ke-11
Pada musim 2024/2025, Liga Indonesia masih berada di peringkat ke-11 kawasan Asia Timur. Posisi tersebut mencerminkan tantangan yang harus dihadapi sepak bola nasional untuk bersaing dengan liga-liga lain dalam memperebutkan kesempatan tampil di kompetisi antarklub Asia.
Dalam skema partisipasi saat itu, Persib Bandung harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi ACL Two, sedangkan Borneo FC tampil di AFC Challenge League. Kondisi tersebut menjadi gambaran betapa pentingnya peningkatan koefisien liga bagi masa depan klub-klub Indonesia di kancah kontinental.
Kini, keberhasilan menembus posisi kesembilan memberikan harapan baru. Jika mampu mempertahankan tren positif dan terus mengumpulkan poin, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya dalam persaingan ranking AFC.
Namun, upaya tersebut tidak bisa hanya bergantung pada Persib. Konsistensi seluruh wakil Indonesia yang tampil di kompetisi Asia juga dibutuhkan agar perolehan poin nasional tetap kompetitif dan tidak mudah disalip negara pesaing.
Perjuangan Persib dan Borneo FC
Perolehan poin sepanjang musim 2026/2027 memiliki arti penting karena akan berkontribusi terhadap pemeringkatan yang menjadi dasar penentuan distribusi slot kompetisi pada musim-musim berikutnya.
Dengan demikian, kiprah Persib Bandung dan Borneo FC di panggung Asia musim ini menjadi bagian penting dari upaya Indonesia memperbesar peluang mengirimkan wakil ke kompetisi AFC pada musim 2028/2029.
Persib diharapkan mampu melanjutkan performa positif di ACL Two, sementara hasil yang diraih Borneo FC juga berpotensi memberikan kontribusi bagi perolehan poin Indonesia. Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi nasional sekaligus meningkatkan peluang klub-klub Tanah Air bersaing di level Asia.
Kemenangan atas Cong Viettel FC pun memiliki makna lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan. Tambahan poin yang diperoleh menjadi bagian dari perjuangan panjang sepak bola Indonesia untuk memperbaiki peringkat AFC.
Kini, tantangan bagi Persib dan wakil Indonesia lainnya adalah menjaga konsistensi hingga kompetisi berakhir. Sebab, semakin baik posisi Liga Indonesia dalam pemeringkatan Asia, semakin terbuka pula peluang klub-klub Tanah Air untuk mendapatkan kesempatan lebih besar di panggung kontinental pada masa mendatang. (Cah/P-3)
