
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan prestasi atlet disabilitas Indonesia. Bentuk dukungan nyata tersebut diwujudkan melalui kebijakan pembiayaan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) secara multiyears atau tahun jamak.
Kebijakan anggaran ini dirancang untuk memperkuat persiapan atlet dalam menghadapi berbagai kompetisi internasional, dengan fokus terdekat pada ajang Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober mendatang.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan pesan tersebut saat mengukuhkan sekaligus melepas Kontingen Indonesia di Pendhapi Ageng Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (12/10).
Erick menegaskan bahwa Presiden menaruh rasa hormat dan kepedulian tinggi terhadap perjuangan para atlet yang mampu berprestasi melampaui keterbatasan.
“Beliau peduli, sayang sama kalian. Mudah-mudahan perhatian khusus ini menjadi penyemangat buat kita semua yang aktif dalam keseharian di olahraga nasional. Untuk bonus jangan khawatir, Presiden selalu memberikan yang terbaik,” ujar Erick.
Erick menambahkan bahwa prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan. Oleh karena itu, skema pembiayaan multiyears menjadi instrumen krusial agar persiapan atlet menghadapi ajang multievent dapat berjalan berkelanjutan dan terencana dengan matang.
Sinergi dan Target Prestasi
Selain aspek finansial, Menpora menekankan pentingnya kekompakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya. Semangat gotong royong diperlukan untuk memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi selama masa persiapan hingga kompetisi.
Pada Asian Para Games 2026, Indonesia mematok target ambisius untuk menembus posisi 10 besar klasemen akhir. Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menjelaskan bahwa target ini disusun berdasarkan analisis mendalam terhadap performa atlet selama pelatnas dan hasil kualifikasi sesuai kriteria Asian Paralympic Committee.
| Emas | Perak | Perunggu | Target Peringkat |
|---|---|---|---|
| 7 | 8 | 17 | 10 Besar |
Komposisi Kontingen
Indonesia mengirimkan total 219 orang dalam kontingen ini, yang terdiri dari atlet, pelatih, manajer, hingga tim medis. Sebanyak 103 atlet terbaik akan turun bertanding di 12 cabang olahraga.
Berikut adalah sebaran atlet Indonesia berdasarkan cabang olahraga yang diikuti:
| Cabang Olahraga | Jumlah Atlet |
|---|---|
| Para Atletik | 25 |
| Para Bulu Tangkis | 15 |
| Para Renang | 12 |
| Para Angkat Berat | 10 |
| Para Tenis Meja | 9 |
| Para Panahan | 7 |
| Para Judo | 7 |
| Boccia | 5 |
| Para Balap Sepeda | 5 |
| Para Menembak | 3 |
| Anggar Kursi Roda | 3 |
| Para Taekwondo | 2 |
Reda Manthovani memastikan bahwa seluruh atlet saat ini berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Evaluasi berkelanjutan terus dilakukan untuk memastikan target medali dapat tercapai demi mengharumkan nama bangsa di kancah Asia. (Ant/Z-1)
