
KEKERINGAN lahan pertanian terjadi di Jawa Timur. Dinas Pertanian dan KP Provinsi Jatim mencatat sebanyak 3.856 hektare terdampak kekeringan di sejumlah daerah di Jawa Timur.
“Ini bagian dari perhatian kita untuk mengantisipasinya. Karena komoditas pertanian kita itu kan memang sumber utama untuk kehidupannya itu kan air,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno di Surabaya, Selasa (13/10).
Dari total 3.856 hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan, Heru menegaskan tidak seluruhnya mengalami puso. Lahan terdampak masih dapat diselamatkan, sedangkan puso merupakan kondisi ketika tanaman sudah mengalami gagal panen dan tidak dapat dipulihkan.
“Itu yang terdampak. Belum tentu yang namanya terdampak itu kemudian akhirnya puso. Puso itu ya sudah gagal panen tidak bisa diselamatkan, banyak yang gagal,” jelasnya.
Pemerintah, kata Heru, telah melakukan langkah antisipasi sejak 2025 dan berlanjut pada awal 2026. Kementerian Pertanian bersama Pemprov Jatim juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
“Karena Jawa Timur adalah salah satu lumbung pangan terutama untuk padi,” tambahnya.
Untuk lahan padi, hingga 10 September 2026 tercatat 597,11 hektare terdampak kekeringan di seluruh Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 149,95 hektare lahan padi telah mengalami puso.
“Untuk padi yang terdampak itu ada 597,11 hektare. Ini seluruh Jawa Timur. Kemudian pusonya, puso ini ya sudah karena kekeringan, kemudian sudah berhenti, tidak bisa diselamatkan lagi. Ada 149,95 hektare lahan padi yang puso,” katanya.
Mengantisipasi dampak puso tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui P-APBD 2026 menyiapkan anggaran bantuan benih. Bantuan tersebut disiapkan untuk lahan hingga 1.000 hektare.
“Kita siapkan ada 1.000 hektare. Semoga saja tidak sampai 1.000 hektare. Karena perhitungan kita kalau sampai September ini baru 149,95 hektare, maka Oktober sudah ada air, kira-kira naiknya tidak terlalu banyak. Kira-kira begitulah,” katanya. (FL/E-4)
