
KEJADIAN kebakaran selama musim kemarau di Kabupaten Indramayu mengalami peningkatan. Peningkatan kebakaran terjadi selama empat bulan terakhir.
“Data kejadian kebakaran tercatat meningkat dalam kurun empat bulan terakhir, mulai Juni hingga September 2026,” tutur Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, Selasa (13/10).
Pada Juni 2026 tercatat terjadi 11 kejadian kebakaran. Jumlah kebakaran kembali meningkat pada Juli 2026 dengan 20 kejadian.
Sedangkan pada Agustus 2026 kebakaran meningkat menjadi 28 kejadian dan peningkatan tertinggi terjadi pada September 2026 yang mencapai 47 kejadian. Sedangkan selama periode 1-12 Oktober 2026 telah terjadi 17 kejadian kebakaran dan tidak menutup kemungkinan pada akhir bulan jumlahnya bakal bertambah.
“Data ini menunjukkan adanya peningkatan potensi kebakaran saat musim kemarau,” tutur Jajat.
Pada kesempatan yang sama Jajat pun mengungkapkan, rata-rata rata areal yang seringkali mengalami kebakaran di musim kemarau ini berupa lahan kosong.
“Kebakaran dipicu aktivitas masyarakat yang membakar sampah sembarangan,” tutur Jajat.
Dampaknya, selain membakar lahan tidak sedikit pula rumah maupun bangunan yang turut dilalap api, karena aktivitas pembakaran sampah di lahan kosong yang berdekatan dengan permukiman warga.
Untuk itu, Jajat mengimbau kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas membakar sampah sembarangan di lingkungan tempat tinggalnya, karena berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar.
Selain itu, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Indramayu saat musim kemarau seperti sekarang cenderung panas, kering, dan disertai angin kencang, sehingga tergolong rawan untuk mempercepat penyebaran kobaran api.
“Kami mengingatkan masyarakat Indramayu tidak membakar sampah atau barang bekas secara sembarangan di areal sekitar rumah untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran yang lebih besar, terlebih sampai ditinggal tanpa pengawasan,” ungkap Jajat. (UL/E-4)
