
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah kontroversial untuk mengganti nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik menjadi “Samudra Trump” atau “Samudra Amerika“. Rencana ini diungkapkan Trump sebagai bagian dari ambisinya sebelum mengakhiri masa jabatannya.
Dalam pidato di hadapan pendukungnya di Tennessee pada Minggu (11/10), Trump kembali menyinggung inisiatif serupa yang pernah ia lakukan. Ia secara terbuka mempertanyakan kemungkinan mengubah identitas geografis dua samudra terbesar di dunia tersebut agar lebih mencerminkan nama dirinya atau negaranya.
“Saya kemudian terpikir bagaimana dengan Samudra Atlantik atau Pasifik, bisa kita ganti namanya jadi Samudra Trump atau Samudra Amerika. Kita harus lakukan ini sebelum saya selesai menjabat,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari laporan Sputnik, Senin (12/10).
Langkah ini bukan pertama kalinya Trump mencoba mengubah nama-nama lokasi geografis penting. Sebelumnya, ia juga sempat menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk mengganti nama Selat Hormuz menjadi nama dirinya.
Pada September lalu, Trump bahkan telah meneken instruksi resmi untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi “Danau Amerika”. Danau tersebut merupakan salah satu dari lima danau besar di Amerika Utara yang menjadi pembatas wilayah antara New York di AS dan Ontario di Kanada.
Namun, ambisi Trump ini mendapat penolakan keras dari pihak internasional. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengikuti langkah sepihak tersebut. Carney menyatakan Kanada akan terus menggunakan nama asli “Danau Ontario” untuk wilayah perbatasan tersebut.
Hingga saat ini, wacana perubahan nama samudra tersebut masih menjadi perbincangan hangat, mengingat perubahan nama geografis internasional memerlukan pengakuan dari badan hidrografi dan komunitas internasional secara luas. (Z-10)
